Cakram Rem Tidak Layak Pakai, Seperti Apa?

Bagaimana menentukan bahwa cakram rem sebenarnya sudah tidak layak pakai?

Minggu, 22 Januari 2017 16:00
Foto by Nazar Ray
Editor : Nurrohman Sidiq

Otosia.com -

Urusan memberhentikan laju kendaraan berpegang pada rem yang terdiri dari kampas dan cakram ataupun teromol. Pada sepeda motor, cakram jelas terlihat.

Pertanyaannya, kalau acuannya adalah rem tidak pakem lagi, efeknya tentu bisa buruk karena saat itu pun sepeda motor sudah nyelonong saat lajunya coba di-stop.

Cara tahu cakram rem sudah tidak layak adalah dengan melihatnya dari sisi samping untuk mengetahui bentuk bidang ratanya.

"Cakram yang sudah tipis. Sebenarnya bisa dilihat kalau sudah seperti ada bibirnya, legok ke dalam," ujar Irawan, mekanik senior di Suzuki yang juga pemilik bengkel Rasa Senang, spesialis Suzuki serta merek motor lainnya di Jalan Panjang, Jakarta Barat.

Jika sudah berbentuk model bibir, maka hal itu akan berpengaruh pada penyetelan. Pasalnya, medan yang harusnya digigit kampas rem sudah tidak sama atau tidak rata.

"Yang jadi soal penyetelannya jadi enggak sama, apalagi setelah ganti kampas rem baru. Jadi tidak begitu pakem," kata Irawan.

Lucunya, hal ini kerap diabaikan karena lagi-lagi urusan budget. Cakram rem memang tergolong produk slow moving alias bukan onderdil yang kerap diganti pada perawatan rutin. Namun, justru itu, efeknya besar.

"Masalahnya orang Indonesia kan gitu, sudah dibilang ganti cakram, harga Rp 200.000-an, malas. Mending ganti kampas rem saja. Padahal kan itu untuk keselamatan, kalau rokok sebungkus sehari saja mau beli," ujarnya terkekeh. 

TIPS MOTOR MENARIK LAINNYA



(kpl/why/sdi)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami