Dipakai Keliling Jakarta 70 Km, Wuling Air ev Masih Kuat Jalan-jalan 200 Km Lagi

Oleh Arendra Pranayaditya pada 21 Sep 2022, 16:16 WIB
Diperbarui 21 Sep 2022, 16:16 WIB
Mengendarai Wuling Air ev di sekitar Stasiun BNI City
Ilustrasi mengendarai Wuling Air ev di sekitar Stasiun BNI City (Wuling)

Otosia.com, Jakarta Setelah sempat menjajal Wuling Air ev dalam lintasan tertutup di BSD City, Tangerang, PT Wuling Motors Indonesia kembali mengajak rekan media untuk merasakan kemampuan dan kecanggihan mobil ini dalam kondisi yang lebih realistis.

Perjalanan Bersama Wuling Air ev kali ini lebih jauh. Dimulai dari Wuling Center yang berada di Jl. Iskandar Muda No.9, menuju Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 untuk makan siang dan tempat konservasi hutan mangrove, di mana kami masing-masing menanamkan satu pohon.

Seusai penanaman pohon Manggrove, Wuling mengajak kami menuju Stasiun BNI City yang terbilang sedang trending dan sekaligus mencoba fitur Hill Hold Control (HHC) di lokasi parkir menanjak. Tujuan berikutnya berada Rumah Wijaya, galeri lukisan Kebayoran Baru dan berakhir di Senayan Park untuk makan malam.

Video Paling Dicari saat Ini

 

 

 

Wuling Air ev
Wuling Air ev dengan beragam pilihan warna menarik (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Kondisi mobil

Interior Wuling Air ev
Interior Wuling Air ev (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Secara total, perjalanan memutari Jakarta ini menempuh jarak sekitar 70 km, mencakup kondisi macet dan jalan bebas hambatan untuk mengetes kemampuan mobil ini dalam perjalanan jarak jauh.

Setiap Wuling Air ev diisi oleh dua awak media, di mana milik kami diisi oleh sepasang pria dengan selisih berat badan yang signifikan. Dengan kata lain, satu orang kurus dan satunya lagi lebih "berisi".

Wuling Air ev Long Range yang disediakan mempunyai daya pengecasan baterai sekitar 98% sebelum perjalanan dimulai. Mayoritas mode berkendara yang digunakan adalah Normal dan Sport, baik di dalam kota atau jalan tol, dengan regenerative braking berada di posisi 'Normal'.

Selama perjalanan berlangsung AC terus menyala pada temperatur terendah, lantaran pada saat pengetesan terik Matahari terus menemani perjalanan di manapun kami berada.

 

Sisa baterai

Wuling Air ev
Dibandingkan dengan kendaraan sekitar, Wuling Air ev terlihat ramping dan kecil (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Dengan segala ketentuan tersebut, Wuling Air ev Long Range yang kami jajal terbilang irit, cocok sebagai kendaraan sehari-hari.

Pasalnya setibanya di tempat melukis Rumah Wijaya, sebelum menuju penghujung acara di Senayan Park, Jakarta Selatan, Wuling Air ev yang kami jajal masih bisa menjelajah sejauh 204 km. Angka ini tercapai tanpa adanya pengisian daya ulang sama sekali.

Hal ini terbilang fantastis, mengingat kami tidak mengendarai mobil ini untuk menghemat bahan bakar sama sekali. Kami sempat mengetes kecepatan maksimalnya yang mencapai 105 km/jam di jalan tol dalam mode “Sport".

Dengan kata lain, membawa Wuling Air ev dengan gaya berkendara orang Jakarta pada umumnya hanya menghabiskan sekitar 32% untuk perjalanan sejauh 70 km. Baterai yang tersisa mencapai 68%.

 

Performa

Wuling Air ev putar balik
Bodi kecil Wuling Air ev membuat mobil ini mudah untuk memutar balik (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Performa dari Air ev yang kami jajal kurang lebih sama seperti yang kami rasakan di BSD City, Tangerang. Namun test drive kali ini lebih berkesan, lantaran Wuling Air ev di tes dalam situasi perkotaan yang cocok untuk city car.

Bodi yang kecil membuat mobil ini serba praktis dan lincah. Motor listriknya bertenaga 40 PS dan torsi 110 Nm dengan mudah melejitkan Wuling Air ev untuk memasuki celah di antara mobil-mobil lainnya. Bodi kecil ini juga memudahkan untuk bermanuver atau berputar balik.

Kendati demikian ada satu hal unik yang kami temukan dari suspensi mobil ini. Secara keseluruhan ride refinement dan bantingan suspensi mobil ini sangat nyaman, bahkan lebih berasa premium dibanding mobil-mobil lain yang punya harga sama.

Namun jarak antar sumbu rodanya yang sangat pendek membuat suspensi ini tidak bisa "kalem" saat melintasi jalanan bergelombang. Pada dasarnya jarak antar bantingan sangat pendek, membuat mobil terasa bergunjang naik turun.

Meski demikian, kami rasa hal ini bisa diakali dengan cara mengemudi yang lebih kalem dan tidak tergesa-gesa.

Spotlight

Selain itu Wuling Air ev rupanya cukup menarik banyak perhatian pengendara lain di jalan. Ini mungkin lantaran sosoknya yang mungil dan unik.

Di berbagai tempat pengetesan, tidak jarang orang-orang lain memutar leher dan bahkan mengeluarkan handphone untuk mengambil foto deretan Air ev. Rupanya bentuknya yang serba imut dan bodi yang mungil menjadikan tampilan mobil ini menjadi spotlight.

Mungkin itu sebabnya Wuling mengajak kami berjalan santai melewati cat walk Citayam yang serba 'slebew'.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya