Sage dan Mika Motorcycles Perkenalkan Apparel Khas Custom Culture

Oleh Nazarudin Ray pada 05 Okt 2022, 20:41 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 20:42 WIB
Kolaborasi Sage dan Mika Motorcycles Hadirkan Apparel Khas Custom Culture
Produk apparel kolaborasi Sage dan Mika Motorcycles (Istimewa)

Otosia.com, Jakarta Custom culture tidak selalu bicara soal motor namun sudah menjadi bagian dari industri lifestyle atau gaya hidup. Apparel contohnya. Sebuah pakaian dapat menunjang penampilan bikers.

Lantaran dunia custom culture tidak bisa dipisahkan dari industri lifestyle, Sage brand pakaian pria yang fokus pada produk selvedge denim dan apparel dengan tema outdoor menghadirkan produk kolaborasi bersama dengan Mika Motorcycles.

Mika Motorcycles sendiri merupakan bengkel custom spesialis Harley Davidson asal Depok, yang mengacu pada style No Skool Chopper dengan aliran chopper dan juga bobber. 

Dari hasil Kerjasama tersebut dirilis beberapa koleksi produk seperti celana panjang denim, cargo, tshirt, hoodie dan juga jaket windbreaker. 

 

Video Terpopuler saat Ini

Denim dan Dunia Custom

Kolaborasi Sage dan Mika Motorcycles Hadirkan Apparel Khas Custom Culture
Jaket bikers hasil kolaborasi Sage dan Mika Motorcycles (Istimewa)

Lewat kampanye “Stop Thinking, Start Riding”, gabungan dari esensi kedua brand yang melatarbelakangi kolaborasi ini, menjadi ajakan untuk para penghobi custom motorcycle, untuk bertualang dan berkendara tanpa ragu- ragu.

“Alasan kami berkolaborasi dengan brand Sage denim adalah melihat kesamaan antara dunia denim dan dunia custom yang sama-sama terlibat dalam sejarah American di era tahun 60-70’s. Pada era itu, pegiat custom culture mayoritas memakai jeans sebagai bawahan busana mereka untuk berkegiatan sehari-hari” ujar Hery, punggawa dari Mika Motorcycles.

Menurut Hery, di Indonesia khususnya di Jakarta jika mengendarai motor dengan kapasitas besar, akan lebih aman dan fungsional jika memakai celana yang berbahan tebal karena motor dengan mesin 1000cc pasti membuat suhu akan lebih panas dari motor ber-cc kecil. Dengan pemikiran tersebut lahirlah kolaborasi tersebut yang menggabungkan dunia apparel dan dunia custom.

“Motor ini sudah menjadi gaya hidup tersendiri dan menjadi merupakan bagian kami sehari-hari bukan hanya sekedar menjadi kendaraan yang bisa mengantar kita saja,” tambahnya.

Kebebasan Berkreasi

Sementara itu Hamzah dan Varian duo founder dari Sage Denim mengatakan,  dipilihnya Mika Motorcycle sebagai rekan kolaborasi pertama kami setelah 10 tahun berdiri adalah karena bengkel tersebut konsisten dengan spirit “kebebasan” dan kualitas dalam berkreasi.

“Ini suatu hal yang menurut kami adalah hal yang unik di dunia custom motorcycle. Spirit kebebasan itu sejalan dengan spirit brand kami, membuat pengguna produk kami bebas bertualang dengan produk yang durable dan berkualitas,” kata Hamzah.

“Dari kolaborasi ini kami berharap dapat mempersembahkan produk yang dapat sesuai dengan keahlian dan hobi mereka karena brand value yang ditonjolkan adalah denim dan motorcycle culture adalah hal yang sangat beririsan dekat,“ tambahnya.

Produk dan Harga

Koleksi yang dirilis merupakan produk-produk apparel andalan Sage, yang didesain bersama dengan Mika Motorcycles sesuai dengan value dari brand masing-masing

Setiap produk dibuat dengan detail-detail yang disesuaikan fungsinya, untuk dipakai berkendara dan bertualang.

Misalnya heavy canvas cargo pants, dan juga selvedge denim dengan berat 19oz yang dapat melindungi pemakainya saat mengendarai motor motor bersilinder besar.

Produk-produk yang dirilis terdiri dari:

1.    Selvedge Denim (Rp 1.050.000)

2.    Graphic T-Shirts (Rp 220.000 - Rp 250.000)

3.    Windbreaker Jacket (Rp 450.000)

4.    Heavy Canvas Cargo Pants (Rp 399.000)

5.    Bandana (Rp 99.000)

6.    Hoodie (Rp 375.000)

 
Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya