Motor Matik Jadi Sebab Utama Kecelakaan Lalu Lintas, Mengapa?

Oleh Ahmad Muzaki pada 15 Sep 2022, 11:11 WIB
Diperbarui 15 Sep 2022, 11:11 WIB
Ilustrasi Kecelakaan Motor
Ilustrasi Kecelakaan Motor

Otosia.com, Jakarta Kecelakaan lalu lintas sering kali terjadi karena kesalahan dari si pengemudi sendiri. Faktor ini sering kali terjadi pada pengendara motor, terutama pengguna motor matik.

Bahkan menurut data yang dirilis Korlantas Polri, sebanyak 73 persen kecelakaan diakibatkan oleh pengguna motor.

Sepeda motor matic juga mengambil peran besar dalam kecelakaan tersebut, baik yang terjadi di kondisi jalan datar maupun menurun.

Video Terpopuler saat Ini

Desain Jalan

Plt Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Ahmad Wildan mengatakan, skill based error ini kerap diperlihatkan pengguna motor jalan tak biasa (substandar), utamanya di penampang melintang jalan.

Itu merupakan potongan jalan yang tegak lurus pada sumbu jalan yang menunjukkan bentuk serta susunan bagian-bagian jalan yang bersangkutan dalam arah melintang.

"Contoh, jalan-jalan penampang melintang jalan banyak kita ditemui. Jalan yang didesain dengan batas maksimal kecepatan 40 km per jam, yang lewat di sana ada truk, bus, sementara di sana juga ada sepeda motor dan sepeda," jelas dia di Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Posisi Paling Lemah

Lebih lanjut, Wildan menilai jika di posisi ini motor menjadi sangatlah lemah. Alhasil akan semakin berisiko kecelakaan tabrakan depan atau belakang.

"Ambil contoh di NTB, kecelakaan di jalan seperti ini setiap hari pasti ada sepeda motor yang meninggal. Ini data dari Jasa Raharja yang kita peroleh," ungkap dia.

"Semakin sepi lalu lintasnya, akan semakin berbahaya. Semakin bagus jalannya, semakin bahaya jalannya. Kalau ramai malah enggak begitu bahaya, karena kecepatannya rendah," imbuhnya.

Lokasi Rawan Kecelakaan Lainnya

Jalan substandar berikutnya yang rawan kecelakaan lalu lintas yakni jalan dengan alinyemen vertikal, atau menurun.

Menurut Wildan, semakin tinggi kemiringan jalan, maka semakin besar energi potensial atau daya dorongnya.

"Ini yang berbahaya adalah pada saat sepeda motor turun, yang narik itu bukan mesin, tapi daya gravitasi bumi. Justru mesin itu bersifat menahan dari daya dorong tadi," sebut dia.

"Yang jadi masalah, kemampuan menahan pada kendaraan motor matic berbeda dengan motor manual. Kemampuan menahannya lebih kecil, sehingga lakukan pengereman berulang, maka risiko yang minyak remnya dikit semakin tinggi," bebernya.

Tak kalah rawan, jalan dengan alinyemen horizontal juga punya potensi terhadap kecelakaan lalu lintas, termasuk di jalanan dengan tikungan patah maupun ganda.

"Ketika sepeda motor masuk tikungan ini enggak sadar dengan kecepatan tinggi, maka dia akan terbanting. Ini jadi sering jadi penyebab kecelakaan di tikungan," pungkas Wildan.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya