Siapkan DP Rp 100 juta, Pengemudi Tak Akan Sadar Wuling Almaz Hybrid Bisa Melaju Tanpa Bensin

Oleh Nazarudin Ray pada 23 Des 2022, 17:11 WIB
Diperbarui 23 Des 2022, 17:11 WIB
Siapkan DP Rp 100 juta, Pengemudi Tak Akan Sadar Wuling Almaz Hybrid Bisa Melaju Tanpa Bensin
Wuling Almaz Hybrid (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com, Jakarta Wuling jadi wacana belakangan ini setelah memunculkan mobil listrik mungil Air EV sekaligus juga menjadi yang pertama untuk mobil keluarga dengan perintah suara, bahkan perintah suara bahasa Indonesia.

Maka begitu pula saat Wuling Almaz Hybrid hadir secara perdana pada Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2022 lalu. Wuling juga menyematkan hal baru di dalamnya. Selain teknologi anyar juga harga kompetitif dengan skema cicilan ringan.

Misalnya saja, jika sebagian mobil hybrid mengandalkan mesin bensin sebagai mesin utama, mereka justru bisa menomorsatukan mesin listrik atau motor listrik.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

 

 

 

Sistem Penggerak Berpindah

Siapkan DP Rp 100 juta, Pengemudi Tak Akan Sadar Wuling Almaz Hybrid Bisa Melaju Tanpa Bensin
Wuling Almaz Hybrid memiliki mode yang dinamai Multi-mode Hybrid Performance (Otosia.com/Nazar Ray)

"Penggerak utama adalah si motor listrik. Jadi, jika baterai kekurangan daya, engine akan prioritas isi baterai," kata Product Planning Wuling Motors, Danang Wiratmoko.

Dengan demikian, fungsi penggerak akan berpindah dari motor listrik ke mesin bensin. Wuling pun sudah menerapkan transmisi khusus untuk Wuling Almaz Hybrid.

Yang menarik, pengemudi tidak akan sadar kapan fungsi ini bekerja, berpindah dari gerak mesin listrik ke bensin atau sebaliknya. 

Pindah-Pindah Otomatis

Wuling Almaz Hybrid memiliki mode yang dinamai Multi-mode Hybrid Performance. Total ada tiga mode, yakni EV Mode, Series Hybrid, dan Hybrid Parallel.

Pada EV Mode, roda digerakkan oleh motor listrik yang mengambil energi listrik dari baterai. Pada mode Series Hybrid, roda tetap digerakkan oleh motor listrik, tetapi mesin bensin beroperasi mengisi daya listrik pada baterai melalui motor generator.

Untuk mode Hybrid Parallel, perannya menguatamakan performa. Di sini, mesin bensin dan motor listrik beroperasi untuk menghasilkan daya penggerak roda secara bersamaan.

"Mobil ini punya macam-macam mode berkendara. Tapi, pengguna cukup pakai saja seperti pada mobil matik pada umumnya," ujarnya.

Dedicated Hybrid Transmission

Siapkan DP Rp 100 juta, Pengemudi Tak Akan Sadar Wuling Almaz Hybrid Bisa Melaju Tanpa Bensin
Almaz Hybrid dipercantik dengan aksen-aksen biru (Otosia.com/Nazar Ray)

Pengemudi bisa tidak sadar bagaimana kedua penggerak ini bisa bekerja bergantian atau bersamaan. Sebab, Wuling memasangkan transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT).

Wuling sudah membuat sistem yang bekerja dengan memperhitungan dengan mengandalkan berbagai macam variabel.

"Sistem di mobil ini akan cari tahu input beberapa variabel, berapa persen baterai, kecepatan berapa, dan pengemudi akselerator minta tambahan torsi atau tidak. Ketika kondisi tercapai, mobil itu jalan misalnya dengan baterai saja," urainya.

Khusus untuk EV mode atau melaju tanpa bensin, sistem ini menurutnya secara umum hanya bekerja di kecepatan di bawah 40 km/jam.

"Umumnya 40 km/jam jam ke bawah masuk ke EV mode, selain kecepatan, ada kondisi beban, kondisi baterai, dan sebagainya," ujarnya.

Baterai

Baterai bisa digunakan sepenuhnya untuk jarak tempuh maksimal 2 km. Jika baterai habis setelah itu, maka mesin atau motor bakar akan ambil alih karena akan mengisi baterai.

"Kalau baterai penuh, masuk EV mode, bisa jalan 1-2 km. Setelah itu engine akan nyala otomatis untuk mengisi baterai ulang," kata dia.

Selain keunggulan teknologi yang diusung Almaz Hybrid, Wuling juga melengkapinya dengan kemudahan memiliki SUV ramah lingkungan tersebut melalui program yang ditawarkan SGMW Multifinance.

Wuling Almaz Hybrid yang dibanderol Rp 470.000.000 (on the road Jakarta) itu bisa didapatkan dengan uang muka (down payment) mulai dari Rp 100 jutaan

Kemudian, calon konsumen juga ditawarkan dengan cicilan mulai dari Rp 8 jutaan dengan tenor maksimal 60 bulan.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya