Sejak Diproduksi Agustus Penjualan Wuling Air ev Tembus 4.000 Unit

Oleh Nazarudin Ray pada 04 Des 2022, 18:20 WIB
Diperbarui 04 Des 2022, 18:20 WIB
Sejak Diproduksi Agustus Penjualan Wuling Air ev Tembus 4.000 Unit
Kegiatan test drive Wuling Air ev di kawasan Blok M, Jakarta Selatan (ist)

Otosia.com, Jakarta Popularitas Wuling Air ev terus meningkat. Hal ini tercermin dari penjualan mobil listrik mungil ini yang kian moncer. Untuk lebih mendongkrak penjualan sekaligus mempopulerkan produknya, PT Wuling Motor Indonesia menggelar test drive Wuling Air EV di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/12/2022).

Test drive tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Blok M Green Collabs yang diadakan oleh Katadata Indonesia.

Media Relations PT Wuling Motors Indonesia, Brian Gomgom mengatakan, test drive ini dilakukan untuk mempromosikan mobil Wuling Air EV sekaligus memberikan edukasi pada masyarakat mengenai kendaraan listrik.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

 

 

 

 

Terjual 4.000 Unit

Brian Gimgom mengungkapkan, sejak diproduksi ke pasar Indonesia pada Agustus 2022 lalu, antusiasme masyarakat terhadap mobil Wuling Air EV sangat baik.

Menurut dia, sejak Agustus lalu hingga kini, mobil tersebut sudah terpesan sebanyak 4.000 unit di Indonesia.

“Ini sebenarnya di luar ekspektasi kami. Awalnya kami menyangka masyarakat masih belum familiar dengan mobil listrik,” ujar Brian Gomgom ketika ditemui di lokasi test drive.

Ia menambahkan, mobil Wuling Air EV memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, yakni 300 kilometer dalam sekali pengisian baterai.

Perintah Berbahasa Indonesia

Selain itu, mobil tersebut juga sudah dilengkapi dengan perintah suara berbahasa Indonesia. Jadi jika pemilik mobil ini ingin menyalakan radio atau membuka kaca, ia tinggal memerintahkan saja secara lisan.

Meski ukuran mobil ini compact, namun Wuling Air EV bisa memuat 4 orang di dalamnya, termasuk pengemudi. Dengan jarak tempuh yang mencapai 300 kilometer, Brian menyebut bahwa Wuling Air EV memang didesain untuk penggunaan di dalam kota.

“Mobil ini dapat memudahkan mobilitas masyarakat di perkotaan,” tegasnya.

Ini adalah mobil listrik produksi Wuling pertama yang dipasarkan di Indonesia. Bahkan, menurut Brian, di negara asalnya sendiri, Tiongkok, mobil ini belum dipasarkan.

Pengisian Baterai

Terkait dengan pengisian baterai, Wuling Air EV memerlukan waktu 4-8 jam pengecasan, tergantung besaran daya listrik. Namun masyarakat tak perlu khawatir, sebab kini pemerintah telah menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah lokasi, sebagai wujud dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Untuk itu Brian optimistis ke depannya tren penggunaan mobil listrik di Indonesia akan semakin baik. Meski begitu ia mengaku, hingga kini PT Wuling Motors Indonesia belum menetapkan target penjualan pada 2023 mendatang.

Namun jika melihat angka penjualan sejak Agustus 2022 lalu yang sudah mencapai 4 ribu unit, Brian yakin penjualan Wuling Air EV tahun depan akan meningkat.

Optimistis Penjualan Meningkat

Untuk tahun depan Wuling tetap optimistis terhadap pasar otomotif di tanah air, termasuk kendaraan listrik.  “Kami masih melihat pasar, tapi kami perkirakan (penjualan) akan meningkat, sebab tahun ini angkanya lebih besar dari 2021 dan 2020,” tuturnya.

Sementara itu salah satu masyarakat yang ikut test drive Wuling Air EV adalah Maretha Yuda. Ia mengatakan, mobil tersebut cukup baik dibandingkan dengan kendaraan lain.

Ia mengaku terkesima dengan kecanggihan fitur-fitur di dalam mobil tersebut, salah satunya adalah fitur printah suara, yang ia nilai berbda dengan mobil lainnya. “Suatu saat nanti semoga saya bisa memiliki mobil ini,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya