Kejar-kejaran dengan Wuling, DFSK Juga Produksi Mobil Listrik di dalam Negeri

Oleh Nazarudin Ray pada 20 Nov 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 20 Nov 2022, 09:00 WIB
Pabrik DFSK di Serang Siap Produksi Mobil Listrik, Harga Bisa Lebih Murah
Pabrik DFSK di Cikande akan memproduksi beberapa mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan (DFSK)

Otosia.com, Jakarta Untuk mengembangkan kendaraan ramah lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan efektif, DFSK menyiapkan fasilitas produksi kendaraan listrik guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dan luar negeri.

DFSK sudah merancang pabrik yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten sanggup untuk memproduksi berbagai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan internal combustion engine (ICE) hingga kendaraan listrik.

Nantinya, disinyalir bahwa kendaraan produksi pabrikan asal China ini bisa lebih terjangkau dan sesuai pasar Indonesia.

Video Terpopuler saat Ini

 

 

Pabrik Modern

Pabrik DFSK di Serang Siap Produksi Mobil Listrik, Harga Bisa Lebih Murah
Teknologi robotik meningkatkan kualitas pengerjaan SDM DFSK dalam memproduksi mobil listrik (DFSK)

Pabrik DFSK di Banten tersebut telah mengadopsi berbagai teknologi produksi terkini dan modern sehingga memenuhi status sebagai industri 4.0.

Menurut Achmad Rofiqi, Marketing Head PT Sokonindo Automobile, kendaraan listrik sudah menjadi salah satu agenda DFSK ketika memulai bisnis di Indonesia, dan perlahan akan terus mempersiapkannya.

Teknologi kendaraan listrik, katanya, sudah menjadi DNA DFSK karena pusat R&D yang dimiliki sudah sejak lama mengembangkannya dan menghasilkan berbagai kendaraan yang dibutuhkan oleh konsumen di seluruh dunia.

“Kini DFSK sudah memiliki modal besar dalam hal produksi kendaraan listrik, yakni pabrik di Cikande, dan diharapkan bisa segera menghasilkan kendaraan-kendaraan yang diinginkan konsumen,” ujar Achmad Rofiqi.

Kapasitas Produksi

Pabrik DFSK di Serang Siap Produksi Mobil Listrik, Harga Bisa Lebih Murah
DFSK Gelora E, mobil niaga ringan berbasis listrik pertama di Indonesia (DFSk)

Secara keseluruhan, pabrik DFSK yang sudah berdiri sejak 2017 ini memiliki kapasitas produksi hingga 50 ribu unit per tahun. Kapasitas ini bisa diatur secara fleksibel karena kemampuan produksi kendaraan milik DFSK sudah didukung dengan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih.

Teknologi robotik yang diusung pabrik DFSK sudah mencapai 90% untuk proses produksi. Teknologi robotik ini mengadopsi lengan robotik yang mendapatkan dukungan operasi otomatis melalui pemanfaatan internet untuk koordinasinya.

Alhasil hal tersebut membantu SDM yang dimiliki oleh DFSK untuk bekerja lebih maksimal dalam menghadirkan kendaraan-kendaraan yang berkualitas dan diakui secara global.

Teknologi Robotik

Penggunaan teknologi robotik ini berfungsi untuk memaksimalkan kualitas pengerjaan SDM DFSK dalam menghasilkan kendaraan listrik. Mengingat kendaraan listrik yang diusung DFSK memiliki teknologi yang sangat canggih dan membutuhkan tingkat presisi pengerjaan sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah produk yang kompetitif.

DFSK sudah memproyeksikan pabrik di Indonesia ini akan melahirkan kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih serta berdaya saing internasional.

"Pemanfaatan fasilitas perakitan DFSK di Cikande akan membuat harga jual kendaraan listrik kami akan lebih terjangkau dari sebelumnya. Selain itu, penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan TKDN juga akan memberikan stimulus bagi industri pendukung otomotif," pungkas Rofiqi.

DFSK Gelora E

Sebelumnya DFSK sudah memasakan Gelora E, kendaraan niaga ringan berbasis listrik pertama di Indonesia. DFSK Gelora E membidik kalangan bisnis, seperti angkutan barang hingga sektor pariwisata.

DFSK Gelora E yang dipasarkan di Indonesia tersedia dalam dua varian, yakni blindvan untuk kebutuhan angkutan barang dan minibus untuk angkutan penumpang.

Baterai yang digunakan memiliki daya 42 kWH, dan sanggup untuk menyuplai energi DFSK Gelora E sejauh 300 KM (berdasarkan metode pengujian New European Driving Cycle/NEDC).

Selain mengusung konsep kendaraan yang ramah lingkungan, DFSK Gelora E juga diklaim dapat mengurangi biaya operasional yang ditimbulkan oleh penggunaan kendaraan.

DFSK Gelora E cukup membutuhkan biaya energi sebesar Rp 200 per kilometer, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional.

 
Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya