Merek Lain Punya Mini EV, Daihatsu Kembali Singgung Ayla Listrik

Oleh Nazarudin Ray pada 16 Okt 2022, 09:06 WIB
Diperbarui 16 Okt 2022, 09:06 WIB
Merek Lain Punya Mini EV, Daihatsu Kembali Singgung Ayla Listrik
Alya Electric dipamerkan di GIIAS 2022 lalu (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com, Jakarta Pergerakan tren elektrifikasi di Indonesia diawali dengan ramainya produk-produk siap jual kelas bawah yang diawali oleh Wuling.

Mobil listrik mereka, Wuling Air EV, bahkan sudah terlihat mengaspal, dengan sosoknya yang mungil dan tanpa suara.

PT Astra Daihatsu Motor sebagai merek raksasa dengan citra mobil harga bersahabat pun ditanya mengenai pendapat mereka akan sepak terjang Wuling tersebut.

Menariknya, tanpa menyebut produk Wuling Air EV, Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor, justru menjawab dengan eksistensi Ayla di Indonesia.

"Kan kita learning dari Ayla. Tahun 2013 sudah produksi, sudah hampir 9-10 tahun," ujarnya merujuk pada sudut pandang bahwa bagaimanapun Astra Daihatsu sudah berpengalaman akan kendaraan kecil.

Video Terpopuler dan Paling Dicari saat Ini

Masih Mempelajari

Tanpa pula menyebut kendaraan listrik, ia pun menjelaskan bahwa proses mempelajari hal tersebut pun karenanya akan lebih mudah.

"Secara unit dia kan paling mungil. Secara size lebih mudah buat kami learning daripada loncat ke sesuatu yang lebih besar," kata dia.

Apakah Wuling Air EV akan disikapi dengan produksi massal Ayla listrik? Pertanyaan ini tentu jadi menarik dan lebih jelas mengenai arah elektrifikasi Daihatsu khususnya untuk model kendaraan kecil.

"Kami sudah produksi 150.000 unit artinya untuk belajar untuk memperkuat kapabilitas modal paling logic," ujarnya.

Target 2025

Sebelumnya, Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication PT Astra Daihatsu Motor tidak menampik bahwa pihaknya juga sedang mempersiapkan elektrifikasi untuk lini produksinya.

"Sebenarnya pemerintah itu sudah memberikan target ya. Nanti in the next tahun 2025 kita diminta harus ada tunjangan untuk Indonesia. Daihatsu tentu menuju (mobil listrik) ya, karena itu adalah roadmap," ujar Sri Agung saat ditemui Otosia di GIIAS 2022 Surabaya, Jumat (16/9/2022).

Langkah awal menuju era mobil listrik diawali Daihatsu dengan menampilkan Ayla BEV (Battery Electric Vehicle). Lalu mengapa justru Ayla yang dipilih? Kenapa bukan model lain seperti Xenia?

"Kalau di GIIAS kemarin kami menampilkan prototipe. Prototipe itu dibangun oleh R&D kami. R&D kami kebetulan yang terbesar di Indonesia. Dibangun dari 2011, ada di Karawang ya," ujarnya.

Sedangkan pemilihan Ayla sendiri karena Sri Agung mengakui bila citycar ini cukup familiar dan sudah banyak jumlahnya di pasaran.

Produksi Secara Massal

Ayla listrik sendiri sudah dikembangkan sejak 2020. Dalam kesempatan berbeda, Sri Agung pernah menjelaskan bila Daihatsu Ayla listrik telah dikembangkan sejak akhir tahun 2020 lalu. Sedangkan pengembangan konversinya berjalan dari tahun 2021.

Kemudian sebelum melantai di GIIAS 2022 Jakarta, mobil ini sudah lebih dulu mengalami pengembangan desain. Namun, lagi-lagi ia tidak merinci kapan mobil ini kiranya bakal diproduksi atau dijual secara massal.

"Ini merupakan concept car, sampai saat ini kami masih study. Begitu selesai, teman-teman (wartawan) adalah orang pertama yang kami beri tahu," ujar Sri Agung kepada wartawan, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (17/9/2022).

Fasilitas R&D

Sebagai produsen otomotif dengan kapasitas produksi terbesar, serta fasilitas R&D Center terlengkap di Indonesia, ADM bersama dengan Daihatsu Motor Company, Japan (DMC) berkomitmen untuk turut aktif dalam upaya pengembangan kendaraan listrik yang diwujudkan dengan menampilkan mobil konsep konvers iAyla BEV (Battery Electric Vehicle) di GIIAS 2022 lalu.

“Daihatsu berkomitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten denganmengirim lebih dari 250 engineer lokal ke Jepang untuk melakukan transfer teknologi dalam menyediakan kendaraan yang paling sesuai untuk pelanggan Indonesia. ‘Dari Indonesia, Untuk Indonesia’ adalah visi utama kami. Daihatsu juga memulai pengembangan Baterai EV di pusat R&D sebagai wujud usaha kami menuju era elektrifikasi,” ujar Yasushi Kyoda, President Director ADM.

Dalam hal desain, Ayla BEV memiliki karakter desain unik yang bisa dilihat dari parametricpattern pada bagian bumper depan, warna satine silver pada warna bodi mobil, ditambah dengan aksen electric yellow yang menjadi representasi dari kendaraan listrik.

Spesifikasi Ayla BEV

Pada sisi roda, Ayla BEV menyematkan 17 inch Alloy Wheel yang modern. Pada sisi interior, terdapat Panel Speedometer TFT 7-inch, serta desain kursi baru yang menambah nuansa kenyamanan, serta kaca spion yang menggunakan layar digital pada sisikanan-kiri dashboard untuk sebagai penerapan teknologi terkini, serta mendukung aerodinamispada kendaraan.

Pada spesifikasi teknis, mobil konsep Ayla BEV ini juga menggunakan Electric Motor berdaya 60kW, serta Lithium-ion Battery 32kWh. Secara struktur pada mobil, Ayla BEV dikembangkan oleh para engineer lokal dengan melakukan pengembangan pada bagian dan part tertentuseperti drivetrain, battery, under body, dan suspension.

Daihatsu memilih pengembangan kendaraan listrik menggunakan Daihatsu Ayla sebagai basisnya karena merupakan mobil LCGC pertama yang didesain oleh engineer lokal, dan dibuatdi Indonesia.

Produksi Ayla melibatkan lebih dari 1.000 supplier lokal, serta mencapai kandungan lokal hingga 80%. Sebagaimana diketahui, Daihatsu Ayla sebagai kendaraan LCGC di Indonesia, terus mendapatsambutan positif dari para pelanggan, dan telah terjual lebih dari 255 ribu unit hingga Juli 2022 sejak perdana diluncurkan pada 2013 lalu.

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya