Produksi Avanza-Xenia dan Terios-Rush Digusur ke Karawang, Siap-Siap Mobil Listrik?

Oleh Nazarudin Ray pada 11 Okt 2022, 09:16 WIB
Diperbarui 11 Okt 2022, 09:16 WIB
Produksi Avanza-Xenia Terios-Rush Digusur ke Karawang, Siap-Siap Mobil Listrik?
Jejeran unit produksi Astra Daihatsu Motor (Daihatsu)

Otosia.com, Jakarta PT Astra Daihatsu Motor mengaku bahwa mereka sedang mempersiapkan relokasi jalur produksi mereka yang sebelumnya berjalan di Sunter, Jakarta. Jalur produksi yang merupaka jalur 1 atau line 1 ini akan dipindahkan ke Karawang, Jawa Barat.

Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Rudy Ardiman,mengatakan bahwa perpindahan ini dilatarbelakangi poin utama untuk menata ulang terkait rencana-rencana ke depan jika ingin melakukan modernisasi.

"Line akan dipindahkan ke Karawang. Poinnya manage kapasitas produksi tidak kurang dengan rencana perpindahan ini. Untuk memindahkan perlu kajian, steping. Kami jajaki dulu. Ada modernisasi pabrik, proses produksi yang lebih support lingkungan. Perlu tahapanlah tidak memungkinkan sekaligus," ujarnya.

Video Paling Dicari saat Ini

Sudah 27 Tahun Beroperasi

Line 1 pabrik di Sunter diperuntukkan bagi model Xenia-Avanza dan Terios-Rush. Menurutnya, line itu sendiri sudah digunakan selama 27 tahun untuk berproduksi.

Karena itu, pengembangan modernisasinya disebut akan sangat terbatas, baik dari sisi lahan, line, dalam mendukung program pemerintahan terkait lingkungan, inovasi yang lebih baik, maupun hingga kualitas yang lebih baik.

"Masih dalam tahap rencana, 2024-2025. Ini sifatnya relokasi," ujarnya seraya menyebut bahwa terkait investasi tentu dibutuhkan tetapi mohon maaf belum bisa disampaikan.

Alasan Dipindah

Kenapa pindah? Selain mempertimbangkan jika terjadi modernisasi, relokasi juga terkait dengan kesiapan jika adanya permintaan market.

"Salah satunya kita harus siap memenuhi permintaan market. Kalau di sini, akan kesulitan. Kalau lahan baru, kita bisa mensupport produk baru, kendaraan baru," ujarnya.

Apakah ini pertanda bahwa Astra Daihatsu sudah merasa yakin untuk mempersiapkan produksi kendaraan listrik?

"BEV (kendaraan listrik) itu sifatnya obyektif. Yang penting kami siap RND, belum sampai sejauh mana. Jadi karena ini membutuhkan kapabilitas dulu, sebelum membangun produk baru.

Tahapannya masih dalam learning. Bagaimana environment, ekosistem internal sendiri, apa sih yang dibutuhkan. Charging station juga masih kami pelajari," ujarnya.

Alya Elektrik

Sebagai produsen otomotif dengan kapasitas produksi terbesar, serta fasilitas R&D Center terlengkap di Indonesia, ADM bersama dengan Daihatsu Motor Company, Japan (DMC) berkomitmen untuk turut aktif dalam upaya pengembangan kendaraan listrik yang diwujudkan dengan menampilkan mobil konsep konvers iAyla BEV (Battery Electric Vehicle) di GIIAS 2022 lalu.

“Daihatsu berkomitmen dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten denganmengirim lebih dari 250 engineer lokal ke Jepang untuk melakukan transfer teknologi dalam menyediakan kendaraan yang paling sesuai untuk pelanggan Indonesia. ‘Dari Indonesia, Untuk Indonesia’ adalah visi utama kami. Daihatsu juga memulai pengembangan Baterai EV di pusat R&D sebagai wujud usaha kami menuju era elektrifikasi,” ujar Yasushi Kyoda, President Director ADM.

Dalam hal desain, Ayla BEV memiliki karakter desain unik yang bisa dilihat dari parametricpattern pada bagian bumper depan, warna satine silver pada warna bodi mobil, ditambah dengan aksen electric yellow yang menjadi representasi dari kendaraan listrik.

Spesifikasi

Pada sisi roda, Ayla BEV menyematkan 17 inch Alloy Wheel yang modern. Pada sisi interior, terdapat Panel Speedometer TFT 7-inch, serta desain kursi baru yang menambah nuansa kenyamanan, serta kaca spion yang menggunakan layar digital pada sisikanan-kiri dashboard untuk sebagai penerapan teknologi terkini, serta mendukung aerodinamispada kendaraan.

Pada spesifikasi teknis, mobil konsep Ayla BEV ini juga menggunakan Electric Motor berdaya 60kW, serta Lithium-ion Battery 32kWh. Secara struktur pada mobil, Ayla BEV dikembangkan oleh para engineer lokal dengan melakukan pengembangan pada bagian dan part tertentuseperti drivetrain, battery, under body, dan suspension.

Daihatsu memilih pengembangan kendaraan listrik menggunakan Daihatsu Ayla sebagai basisnya karena merupakan mobil LCGC pertama yang didesain oleh engineer lokal, dan dibuatdi Indonesia.

Produksi Ayla melibatkan lebih dari 1.000 supplier lokal, serta mencapai kandungan lokal hingga 80%. Sebagaimana diketahui, Daihatsu Ayla sebagai kendaraan LCGC di Indonesia, terus mendapatsambutan positif dari para pelanggan, dan telah terjual lebih dari 255 ribu unit hingga Juli 2022 sejak perdana diluncurkan pada 2013 lalu.

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya