Daihatsu Rekomendasikan RON 91, Minum Pertalite Hanguskan Garansi?

Oleh Arendra Pranayaditya pada 24 Sep 2022, 08:34 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 08:35 WIB
Daihatsu Gran Max terbaru
Daihatsu Gran Max terbaru model Mini Bus (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com, Jakarta Pemerintah belum lama ini menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pertalite naik menjadi Rp 10.000, Bio Solar di angka Rp 6.800 dan Pertamax mencapai Rp 14.500 per liter.

Dengan naiknya harga bensin, tidak jarang pemilik mobil hendak menghemat uang dengan membeli tipe BBM dengan kualitas lebih rendah. Sebagai contoh adalah beralihnya dari Pertamax dengan RON 92, menjadi Pertalite RON 90.

Hal ini terbilang kurang sesuai, lantaran tiap pabrikan telah memberi rekomendasi standar bensin dengan RON tersendiri.

 

Video Terpopuler saat Ini

Daihatsu

Daihatsu Ayla
Daihatsu Ayla tipe Deluxe (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Hal yang serupa kerap ditemukan di berbagai mobil Daihatsu. Merek asal Jepang ini mempunyai lini produk dengan rekomendasi bensin berstandar RON 91 atau lebih, mulai dari mobil LCGC hingga mobil niaga sekalipun.

“Jadi kalau di mobil-mobil Daihatsu, (bensin) yang direkomendasikan itu adalah RON 92 dan 91, minimal. Untuk LCGC, selain aturan, juga memang direkomendasikan RON 92. Untuk yang lainnya, termasuk Gran Max, itu minimal RON-nya 91,” papar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & CR Customer Relations Division Head PT AI-DSO di sela-sela acara Daihatsu Terios 7 Wonders di Baubau, Kamis (22/9/2022).

Ia pun menyebut bahwa tidak adanya bensin berstandar RON 91 di Indonesia, maka konsumen sebaiknya membeli BBM dengan RON lebih tinggi.

“RON 91 itu masalahnya tidak ada produk, adanya 92 berarti Pertamax. Jadi tidak ada produk dari Daihatsu yang direkomendasikannya itu 90 karena minimalnya 91. Karena RON 91 tidak ada maka pakainya RON 92,” tambah Hendrayadi.

Garansi gugur?

Namun bagaimana bagi para pemilik mobil yang memilih untuk terus menggunakan BBM Pertalite? Apakah mengisi BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi akan berpengaruh terhadap gaaransi mobil?

Hendrayadi menjelaskan bahwa hal tersebut bergantung pada hasil dari pengecekan bengkel. Apabila ditemukan pengurangan performa atau kerusakan mesin akibat penggunaan bensin dengan oktan yang tidak sesuai, maka garansi mobil berpotensi hangus.

“Pihak bengkel akan mengivestigasi dulu dan mencari tahu apakah mobil tersebut (mempunyai) kerusakan dan penurunan performa, akan dilihat hasilnya. Kalau misalnya nanti ditemukan behwa (kerusakan) disebabkan oleh menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai, ada kemungkinan warranty akan hangus,” imbuhnya.

Selama tidak rusak

Namun demikian garansi bisa terjaga, terutama apabila mobil tersebut tidak mempunyai masalah. Pasalnya, meski diisi BBM yang tidak sesuai, konsumen tentunya juga tidak mengklaim garansi mobil mereka.

“Kalai dia tidak menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan dan tidak mengalami masalah, kan juga tidak ada klaim mengenai warranty. Orang umumnya mengklaim warranty jika mobil mengalami masalah. Kalau tidak ada klaim, kita mau ngapain,” beber Hendrayadi.

LCGC

Segmen Low Cost Green Car (LCGC) menjadi sasaran utama dari pembagian bahan bakar Pertalite. Namun, meski dikategorikan sebagai mobil murah, Daihatsu menganjurkan menggunakan bahan bakar yang berbeda.

Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bahwa mobil LCGC sekalipun direkomendasikan untuk menggunakan bahan bakar berstandar RON 92 atau Pertamax.

“LCGC disarankan memakai bensin dengan RON 92,” ujar Bambang ke Otosia.com, Senin (4/7/2022).

Kendati demikian, bagi yang hendak menghemat uang dengan membeli Pertalite tidak perlu khawatir. Mobil LCGC tetap bisa diisi dengan bahan bakar berstandar RON 90, namun dengan konsekuensi performa mobil menjadi kurang optimal.

“Bisa, namun performa mesinnya turun,” tutup Bambang.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya