Hyundai Stargazer Direkomendasikan Oktan 91, Aman Minum Pertalite?

Oleh Arendra Pranayaditya pada 03 Sep 2022, 09:16 WIB
Diperbarui 03 Sep 2022, 09:16 WIB
Hyundai Stargazer
Hyundai Stargazer (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com, Jakarta PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) belum lama ini merilis Stargazer sebagai produk terbarunya di segmen LMPV. Debut mobil ini berlangsung di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022.

Spesifikasi mobil ini sudah terungkap seluruhnya, mulai dari kumpulan fitur yang dibenamkan, harga resmi, spesifikasi keselamatan hingga performa mesin. Bagian terakhir cukup bergantung dengan kadar oktan dari bahan bakar.

Pasalnya Hyundai merekomendasikan BBM dengan oktan 91 atau lebih. Dengan demikian pilihan bensin terbatas menjadi Pertamax, Shell Super, BP 92, Vivo 92 dan Total Performance 92.

 

Video Terpopuler saat Ini

Isi Pertalite

Sisi belakang Hyundai Stargazer GIIAS 2022
Sisi belakang Hyundai Stargazer (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Namun dengan mayoritas harga BBM oktan 92 terbilang mahal, beberapa konsumen memilih untuk mengisi bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih rendah. Lebih tepatnya Pertalite.

Mengutip mypertamina.id, Kamis (1/9/2022), harga Pertalite tidak mengalami kenaikan dan masih berada di angka Rp 7.650 per liter. Sementara Pertamax juga mengusung banderol yang sama, yakni Rp 12.500 per liter.

Meski demikian selisih harga di antara kedua BBM ini cukup tinggi. Pun dikabarkan bahwa mobil dengan kapasitas mesin 1.500cc ke bawah layak membeli bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.

Performa berkurang

Mesin Hyundai Stargazer
Mesin 1.500cc Smartstream G1.5 MPI yang menghasilkan tenaga 115 PS dan torsi puncak 143.8 Nm, sama seperti Hyundai Creta. (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Mengisi bensin tidak sesuai dengan standar pabrikan menimbulkan beragam pertanyaan maupun kecemasan, di antaranya terkait performa mesin dan adanya kemungkinan garansi mobil hangus.

Makmur, Chief Operating Officer (COO) PT HMID mengungkapkan bahwa Stargazer memang direkomendasikan untuk diisi bensin dengan oktan 91 atau lebih. Hal ini berkaitan dengan performa dan kompresi mesin modern yang cenderung tinggi.

Pasalnya mesin dengan kompresi tinggi bisa menghasilkan performa lebih ideal jika diisi bahan bakar dengan oktan yang direkomendasikan. Tentunya mengisi BBM dengan oktan lebih rendah akan mengurangi performa mesin.

“Mobil jaman sekarang itu (bermesin) kompresi tinggi, jadi itu membutuhkan oktan yang tinggi juga. Terutama untuk mengejar performa,” imbuh Makmur di sela-sela Media Test Drive Hyundai Stargazer, Rabu (31/8/2022).

Garansi tidak hangus

Namun di luar performa yang turun, Makmur memastikan bahwa pengisian bahan bakar lebih rendah, seperti Pertalite, tidak akan menghanguskan garansi mobil. Yang penting adalah bahan bakar tanpa timbal.

Ia menjelaskan bahwa pemilik Stargazer bisa saja mengisi bensin dengan oktan yang lebih rendah, terutama dalam kondisi mendadak atau lainnya.

“Boleh tidak diisi Pertalite? Boleh. Kita tidak bisa melarang konsumen melarang konsumen pada saat dia memakainya. Warranty gugur? Tidak. Jadi clear tidak ada masalah, yang penting menggunakan bahan bakar tanpa timbal,” lanjutnya.

Tetap oktan tinggi

Makmur kembali mengingatkan bahwa, meski Stargazer bisa diisi Pertalite, bukan berarti pemilik mobil dianjurkan untuk terus menggunakan pilihan bensin yang sama. Oktan yang diterapkan merupakan hasil riset terkait BBM oktan berapa yang sesuai untuk Stargazer.

Dengan demikian ia tetap menganjurkan bagi pemilik LMPV Hyundai ini untuk mengisi mobil mereka dengan kadar oktan yang sesuai atau lebih.

“Kalau kita menggunakan kendaraan, kita mendapatkan (kesan) fun to drive. Maka gunakanlah sesuai dengan rekomendasi yang sudah kita berikan, yaitu semakin tinggi (oktan) menjadi semakin baik,” tutup Makmur.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya