Mayoritas Mobil Suzuki Indonesia Berasal dari India, Apa Alasannya?

Oleh Arendra Pranayaditya pada 25 Agu 2022, 17:19 WIB
Diperbarui 25 Agu 2022, 17:19 WIB
Deretan Mobil Suzuki CBU India
Deretan mobil Suzuki di Indonesia yang berstatus CBU India (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Otosia.com, Jakarta Deretan produk mobil PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) di Indonesia terpantau berasal dari India. Tercatat setidaknya ada empat mobil yang diimpor langsung dari negeri Bollywood, yakni S-Presso, Baleno, SX4 S-Cross dan Ignis.

Sementara Suzuki Ertiga, XL7 dan APV seluruhnya dirakit dalam negeri secara Completely Koncked Down (CKD). Lalu Suzuki Jimny menjadi satu-satunya produk Completely Built Up (CBU) dari Jepang.

Meski produk Suzuki di Jepang tidak kalah menarik untuk dijual, Suzuki Indonesia nampaknya lebih mengutamakan penjualan dari Suzuki India. Apa alasannya?

 

Video Terpopuler saat Ini

Harga kompetitif   

Suzuki Baleno GIIAS 2022
New Suzuki Baleno di GIIAS 2022 (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Harold Donnel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT SIS menjelaskan bahwa Suzuki di Indonesia mempunyai target market share tiap tahunnya, berapa persen dibanding dengan merek otomotif lainnya.

Dengan demikian pemilihan produk dari India dinilai lebih ideal, terutama dari segi harga. Jika mobil Suzuki diimpor langsung dari Jepang, seperti Jimny misalnya, kemungkinan besar produk yang dijual menjadi kurang kompetitif.

“Setiap tahunnya Suzuki pasti punya target market share, harus berapa persen begitu. Seandainya kita melihat perbandingan model-model yang ada di global, secara harga akan lebih kompetitif dari India daripada (mobil) yang diproduksi di Jepang,” beber Harold saat ditemui di GIIAS 2022.

Kualitas sama

Suzuki S-Presso GIIAS 2022
Suzuki S-Presso diimpor langsung dari india (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

Harold juga menegaskan bahwa adanya perbedaan basis produksi tidak akan mengurangi kualitas produk yang dijual ke publik. Bahkan spesifkasi tiap produk sudah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang dituju.

Tidak hanya itu, India juga menjadi salah satu kontributor produksi mobil Suzuki terbesar secara global. Dengan demikian stok suplai kendaraan dengan spesifikasi khusus Indonesia bisa terus tercukupi.

“Di manapun produksi (mobil) dibuat itu tidak mempengaruhi kualitas dari produk itu sendiri. Lalu India sebagai salah satu mother plant terbesar yang ada di Suzuki secara global, bisa menyediakan kestabilan angka produksi dan bisa menyediakan produk yang sudah disesuaikan untuk pasar Indonesia,” tutup Harold.

Baleno hybrid

Suzuki Baleno terbaru mengusung mesin 1.500cc naturally aspirated dengan semburan tenaga 104.6 PS dan torsi puncak 138 Nm. Mesin ini juga ditemukan pada Suzuki Ertiga di Indonesia.

Lantaran Baleno memboyong mesin dari Ertiga, kenapa mobil yang dijual tidak dengan teknologi yang sama? Padahal di India, Baleno dijual dengan mesin hybrid.

Endang Johari, selaku Group Head 4W Product Developtment PT SIS, menjelaskan bahwa pergantian mesin ke K15B untuk Baleno baru lebih dari cukup. Sementara Suzuki Baleno sebelumnya disematkan jeroan 1.400cc K14B.

“Menurut kami saat ini cukup dengan yang K15B (non-hybrid). Saat ini di level mobil hatchback, belum (membutuhkan). Kelihatannya dengan perubahan engine K15B sudah cukup,” papar Endang di acara media discussion Suzuki Baleno, Selasa (16/8/2022).

Harga bisa naik

Endang melanjutkan bahwa salah satu alasan Baleno belum dipasangkan sistem mild hybrid seperti Ertiga berkaitan dengan value dan harga mobil itu sendiri.

Apabila Baleno dihadirkan dengan mesin hybrid sejak awal, maka harga mobil ini akan lebih tinggi dibanding banderolan tawaran saat ini. Harga yang lebih tinggi membuat value for money sebuah mobil makin mengecil.

“Saat ini kami ingin Baleno mempunyai product value yang bagus dan juga dari sisi harganya. Otomatis jika dimasukkan sistem hybrid akan memengaruhi product value-nya dan harga. Jadi kami berusaha membuat Baleno ini bisa compete dengan competitor secara product value,” sambungnya.

Untuk kedepannya, PT SIS tidak menutup kemungkinan jika Baleno tersedia dengan mesin hybrid. “Untuk berikutnya sistem hybrid tadi bisa saja kami tanamkan,” tutup Endang.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya