Ciri-Ciri Pria Hidung Belang di Mata SPG Cantik Otomotif

Oleh Nazarudin Ray pada 18 Agu 2022, 19:09 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 09:40 WIB
SPG Otomotif
Usher atau SPG sudah hapal gelagat pria modus (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com, Jakarta Gelaran otomotif biasanya diramaikan tidak hanya dengan kendaraan-kendaraan terbaru tetapi juga para perempuan yang turut berada di samping kendaraan-kendaraan yang dipamerkan.

Mereka kerap disebut dengan sales promotion girl (SPG) atau juga usher. Penampilan mereka termasuk pakaian menjadi daya tarik, terutama bagi para pria yang bisa dikatakan menjadi mayoritas pengunjung sebuah pameran.

Contohnya saja di gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 di ICE BSD, pada 11-21 Agustus.

Digoda pria hidung belang pun adalah cerita yang akhirnya menjadi lazim dalam situasi ini. Namun di sisi lain, penghasilan mereka dalam gelaran apalagi sekelas GIIAS juga terbilang besar.

Usianya pun belia, bahkan ada yang baru lulus dari sekolah menengah atas seperti halnya seorang usher bernama Chesy.

"Aku, baru lulus SMA," buka perempuan yang mengaku menjalani pekerjaan ini agar bisa memiliki uang dari penghasilan sendiri.

"Aku pastinya (ikut GIIAS) cari uang. Untuk uang saku, dan pengin cari uang sendiri jadi tidak minta orang tua lagi," akunya.

Sebagian lainnya baru saja lulus kuliah. Rata-rata usia mereka tidak jauh dari angka dua puluh tahun.

"Nama aku Shifa (lalu mengeja namanya). Aku 24 tahun, iya baru lulus kuliah. Jurusan manajemen," akunya. 

 

Video Paling Dicari saat Ini

Fasilitas memuaskan

SPG Otomotif
SPG punya jurus-jurus jitu untuk menghindar dari pria-pria iseng (Otosia.com/Nazar Ray)

Selain penghasilan yang berjumlah cukup besar, masing-masing juga merasa tenang untuk bekerja di pameran sebesar GIIAS karena fasilitas yang memuaskan. Terlebih lagi di masa pasca-pandemi COVID-19.

Chesy dan juga Hani (25) misalnya. Mereka pada GIIAS 2022 menjadi usher-usher untuk perusahaan pembiayaan Astra Finance.

"Soalnya di Astra dua kali antigen, dikasih mask juga, dan di GIIAS juga ketat protokolnya," kata Hani dan Chesy saling menimpali.

Bagi yang datang ke gelaran ini, para staf yang berada di sekitar pameran termasuk mereka yang menjadi satgas COVID-19.

Para staf khusus ini terus bergerak dari area pameran ke area pameran lain, terutama mengingatkan orang-orang yang terlihat tidak mengenakan masker atau mask dengan benar.

Selain rasa aman dalam hal protokol kesehatan, Hani juga Chesy merasakan fasilitas khusus saat berjaga untuk Astra Finance.

"Selain diberikan fee, ada juga mess supaya dekat, lalu makan pagi-malam ditanggung. Semua fasilitas ditanggung," aku Chesy.

Lain lagi pandangan uhser bernama Ajeng dari booth Mitsubishi Fuso. Gadis bernama belakang Kurnia dan berusia 26 tahun ini lebih happy saat ramai di masa sebelum pandemi.

"Kalau sebelum pandemi kan tidak pakai masker, tidak ribet orang foto dengan kita masih bisa dekat. Sekarang enggak bisa, pakai masker, harus ikut protokol kesehatan juga," akunya.

 

Ciri Pria Nakal

SPG Otomotif
Deretan usher otmotif dengan busana warna-warni (Otosia.com/Nazar Ray)

Bicara ciri-ciri pria hidung belang bagi di mata para SPG atau usher, maka sifatnya bisa dikatakan sudah rahasia umum.

Kebanyakan adalah bapak-bapak, ada juga yang menyebutnya "kokoh-kokoh" saat disinggung mengenai para pengunjung nakal yang menggoda mereka. Tidak sedikit juga ada anak muda.

"Kayaknya bapak-bapak kebanyakan, usia 30 tahun lebih ke atas, kokoh-kokoh," kata Shifa.

Bukan hanya soal usia, beberapa ciri berupa cara pendekatan atau mungkin diistilahkan modus juga diceritakan.

"Senakal-nakalnya minta nomor telepon. Kalau foto bareng masih wajar. Tapi saat pengunjung isi survei, kayak ganjen iya. Misalnya dia bilang 'kalau mau (survei diisi) kamu harus kasih nomor telepon dulu'," ujarnya.

Salah satu lagi modus yang kerap dilakukan, pengunjung pria jika sudah “kebelet” dengan usher yang dilihatnya bisa bolak-bolak balik mendatangi booth. Intinya, berusaha keras merayu SPG agar memberikan nomor telepon.

“Ada yang balik lagi ke booth, nanya itu-itu aja dan genit,” cetus Shifa.

 

Sentuhan fisik

Minta foto lalu seperti pegang pinggang, ini juga yang tidak luput dialami mereka. Trik menghindar pun langsung dikeluarkan, seperti dilakukan Shifa.

"Kaget, kayak pelecehan juga. Aku langsung seperti menghindar. Aku enggak kasih nomor telepon. Biasanya aku langsung refleks, maaf Pak, tidak boleh sentuhan, menjaga protokol," ungkap Shifa.

Hal serupa dialami Ajeng. Mereka yang "modus" dalam pandangannya biasanya sudah mudah diterka. Usianya pun kadang tidak melulu bapak-bapak. Ajeng sudah hapal tipikal pengunjung yang nakal. Hal ini setidaknya dapat dicermati dari gestur tubuh.

"Kelihatan-lah kalau yang modus. Tua, muda, dua-duanya sama aja. Paling aku jawab seperlunya, misalnya maaf dalam jam kerja. Lalu menghindar. Kalau paksa-paksa aku panggil sekuriti," kata Ajeng, yang bertugas menjaga salah satu booth kendaraan komersial.

 

Diam-diam Menghanyutkan

Sementara Chesy menyatakan tidak ada jaminan dari pengunjung yang berwajah baik dan awalnya sopan, perilakukan juga lurus. Justru model pengunjung inilah diam-diam menghanyutkan.

“Ada yang pertamanya sopan, tampangnya kayak orang baik-baik, eh makin ke sini makin ganjen, maksa minta no telepon dan sosmed. Kalau sudah gini, aku pura-pura sibuk aja. Ada sih yang bandel tetap ngikutin, tapi karena aku cuekin lama-lama bosan sendiri dia,” paparnya.

Jika dikasih angin, ujung-ujungnya tidak sedikit diantaranya yang mengajak kencan seusai pameran. Hal ini tentu ditolak mentah-mentah oleh usher yang benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Jadi usher pemaran otomotif besar memang harus kuat-kuat mental dan godaan.

 

Uang Bayaran untuk Liburan

Berapa bayaran bagi para usher ini selepas perhelatan akbar sekelas GIIAS? Angkanya memang lumayan jika dihitung secara total.

"Lumayan banget di Astra Finance, aku long shift," kata Chesy.

Penjelasan soal long shift dan juga short dijelaskan oleh Shifa yang merupakan usher untuk salah satu brand produk aftermarket.

"Kalau satu shift itu jam 11.00 sampai jam 04.00 sore. Lalu shift beikutnya jam 04.00 sore sampai jam 09.00 malam. Kalau weekend dimajukan setengah jam," urainya.

Menurut informasi, bayaran long shift untuk para gadis ini adalah Rp 2.000.000 per hari. Lalu ada informasi pula bahwa bayarannya akan dipotong setengahnya jika bekerja setengah waktu.

 

 

Terima Rp 22 Juta

Jika ditotal selama 11 hari pameran, maka bisa dihitung bahwa uang yang akan mereka terima sekitar Rp 22 juta.

Uang sebanyak itu pun mereka pergunakan untuk macam-macam hal. Menurut pengakuan masing-masing, Chesy misalnya, akan menggunakan sebagian uang untuk investasi. Lain lagi dengan Shiva.

"Keseringan habis GIIAS ya liburan juga. Orang tua pasti (akan dikasih juga dari uang hasil jerih payah ini)," akunya.

Lalu uang juga buat "healing", menurut Ajeng. Namun dengan uang sebesar ini, dia mengaku masih akan berlibur di area lokal saja.

"Healing-healing. Liburan paling Bali, enggak jauh-jauh. Ke luar negeri masih takut, masih karantina," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya