Setelah SUV Tiggo 7 dan 8 Pro, Chery Siapkan MPV Khusus untuk Pasar Indonesia

Oleh Nazarudin Ray pada 14 Agu 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 14 Agu 2022, 18:00 WIB
MPV Chery
Tao Yong, Presiden Direktur Chery Sales Indinesia berpose di depan Tiggo 8 Pro di GIIAS 2022 (Otosia.com/Nazar Ray)

Otosia.com, Jakarta PT Chery Sales Indonesia (CSI) berencana menciptakan mobil yang didesain khusus untuk masyarakat Indonesia dan cocok dengan karakter jalan di tanah air. Sebagai persiapan Chery akan membangun pusat Research and Development (R & D) di Indonesia.

Nantinya R & D CSI tidak hanya menghasilkan mobil-mobil untuk pasar domestik, namun juga membidik pasar ekspor di Asia Tenggara.

“Sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, tentu Indonesia adalah negara yang sangat menarik. Akan akan mencoba membangun R & D di sini, salah satunya membuat mobil yang disukai orang-orang Indonesia,” ujar Tao Yong, Presiden Direktur CSI.

SUV dan MPV

MPV Chery
Tao Yong, Presiden Direktur Chery Sales Indinesia berpose di depan Tiggo 8 Pro (Otosia.com/Nazar Ray)

Lalu dia mencontohkan mobil listrik mungil Chery EQ1, yang disebutnya cocok untuk kondisi di Indonesia. “Salah satunya adalah Chery EQ1. Mobil listrik ini memang pas untuk masyarakat Indonesia, sesuai dengan elektrifikasi yang dicanangkan pemerintah Anda. Dan kami sudah bertemuh Luhut pandjaitan di China, kami berbicara serius soal rencana investasi kami di Indonesia,” ujarnya.

Namun sebagai tahap awal, Chery focus memasarkan SUV Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Setelah kedua SUV tersebut, Chery akan menimbang-nimbang untuk menhadirkan MPV yang punya pasar paling gemuk di tanah air.

“Kami punya SUV unggulan untuk pasar Indonesia, Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro. Mobil global ini punya fitur-fitur yang canggih dan tangguh, cocok untuk kondisi di sini. Apalagi saya tahu pasar SUV sedang berkembang di Indonesia. Mengenai MPV, tentu kami sudah pikirkan, tapi saat ini kami menawarkan Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro,” ungkap Tao Yong.

Membangun jaringan

MPV Chery
Mobil listrik mungil Chery EQ1 (Otosia.com/Nazar Ray)

Kembalinya Chery ke Indonesia menunjukkan seberapa serius brand asal Tiongkok ini menggarap pasar potensial di tanah iar. Bukan Cuma menjual produknya, Chery akan memproduksi bergam model untuk pasar lokal dan ekspor.

Perusahaan induk mereka di China sudah menyiapkan dana sekitar US$1 miliar atau setara Rp 14,6 triliun. Dana tersebut akan digunakan. untuk membangun pabrik dan memperluas jaringan pemasaran mereka di Indonesia.

Chery berencana membangun 20 diler di seluruh Indonesia mulai Oktober 2022, sejalan dengan pemasaran dua SUV mereka. Jumlah tersebut makin meningkat di tahun-tahun berikutnya.

“Dalam waktu 1-2 tahun kedepan, kami menargetkan membangun 70 dilert,” trangnya. Ia menilai, layanan purna jual dan suku cadang menjadi mata rantai yang penting dari bisnis otomotif, termasuk di Indonesia.

Sembilan group diler

Sebagai bagian dari persiapan untuk melayani konsumen, saat ini Chery tengah memperkuat jaringan dealernya melalui kemitraan dengan sembilan grup diler dan akan memastikan kesiapan 30 dealer sampai akhir tahun 2022.

“Saat ini Chery telah mencapai kesepakatan dengan sembilan grup dealer yang telah memenuhi klasifikasi 3S sesuai standar PT Chery Sales Indonesia. Ada 20 dealer yang sudah memulai konstruksi outlet di beberapa kota besar di Indonesia yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Di akhir tahun 2022, Chery Sales Indonesia menargetkan 30 outlet dealer dan memperluas cakupannya hingga pulau Bali,” papar Tao Yong.

Sembilan grup diler yang sudah bersepakat dengan Chery dinilai telah memenuhi klasifikasi 3S, yang terdiri dari Service, Sales, dan Spare Parts. Hal ini merupakan salah satu syarat standar yang ditetapkan untuk membangun kepercayaan dan kepuasan konsumen.

Garansi 10 tahun

Pengembangan outlet Chery dilakukan sesuai dengan dua dari empat nilai utama “Chery Beyond Advanced”, yaitu ‘Technology’ dan ‘Link’. ‘Technology’ bermakna pengembangan inovasi yang diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya untuk produk, tetapi juga pelayanan kepada konsumen.

Sementara ‘Link’ bermakna prinsip dalam pengembangan jaringan dealer Chery yang menjadi pegangan untuk membangun hubungan dan kepercayaan konsumen melalui produk dan layanan berkualitas.

Program garansi yang akan diterapkan oleh para diler adalah garansi kualitas enam tahun atau 150.000 km dan garansi mesin sepuluh tahun atau 1.000.000 km. Dengan program tersebut, Chery menjadi perusahaan otomotif pertama di Indonesia yang memperkenalkan garansi 10 tahun kepada konsumennya.

Pre-booking di GIIAS 2022

Program garansi tersebut akan mulai diterapkan untuk Tiggo 7 Pro dan Tiggp 8 Pro yang menjadi dua produk utama yang akan diluncurkan tahun ini.

“Program ini lahir dari keyakinan Chery terhadap kualitas mesin yang dikembangkan secara detil dan melalui R&D yang cukup panjang oleh Chery Manufacturing. Chery yakin dengan program garansi ini para dealer juga akan semakin optimis saat berhadapan dengan konsumen,” ujar Dian Fardiansyah, Head of Network & National Sales PT Chery Sales Indonesia.

Di ajang GIIAS tahun ini, Chery membuka kesempatan pre-booking untuk kedua SUV tersebut dengan uang muka Rp 5.000.000.

Adapun tiga mitra leasing yang saat ini tengah bekerja sama dengan Chery untuk membantu memudahkan konsumen dalam melakukan pre-booking, yaitu Maybank Finance, Mandiri Tunas Finance, dan, Adira Finance.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya