Suzuki Baleno Masih Eksis dengan Beragam Perubahannya, Begini Sejarahnya di Indonesia

Oleh Nazarudin Ray pada 27 Jul 2022, 14:07 WIB
Diperbarui 27 Jul 2022, 14:07 WIB
Suzuki Baleno
New Baleno facelift tahun 2019 sampai sekarang, 26/7/2022 (Istimewa)

Otosia.com, Jakarta PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) dikabarkan menyiapkan New Baleno. Bahkan beberapa diler Suzuki telah membuka keran pemesanan Baleno facelift dengan uang muka minimal Rp 25 juta.

Selain membuka pemesanan, harga Suzuki Baleno facelift pun bocor. Informasi harga mobil tersebut disampaikan salah satu tenaga penjual Suzuki di area Jabodetabek.

Suzuki Baleno facelift akan tersedia dalam dua model. Pertama adalah Baleno bertransmisi manual yang dijual Rp 262 juta, lalu pilihan lainnya adalah Baleno matic dengan harga Rp 274,9 juta.

Harga tersebut naik sekitar Rp 8-10 jutaan dibandingkan Baleno yang dijual saat ini, yakni Rp 252,9 juta untuk tipe manual atau Rp 266,5 juta untuk Baleno transmisi otomatis.

 

Video Paling Dicari saat Ini

 

Generasi Sedan

Menilik sejarahnya, Baleno adalah sebuah sedan yang hadir di Indonesia sejak tahun 1995 silam, lalu bertransformasi menjadi model hatchback. Namun demikian, mobil ini tetap mengundang antusiasme konsumen pada setiap model yang dilunucrkan.

Baleno sudah memasuki tahun ke-27 sejak dipasarkan di Indonesia. Baleno memiliki sejumlah catatan perjalanan yang menarik, berawal dari sedan pertama dengan mesin karburator G16B SOC berkapasitas 1.600 cc, hingga menjadi mobil hatchback dengan mesin K14B berkapasitas 1.4 liter.

"Baleno sudah 27 tahun hadir di Indonesia. Banyak sekali masyarakat yang memiliki kenangan bersama Baleno dari mulai berbentuk sedan hingga kini menjadi hatchback. Transformasi yang terjadi pada Baleno merupakan salah satu upaya Suzuki untuk memenuhi dinamika kebutuhan konsumen  Indonesia yang terus berkembang," ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Generasi pertama (1995-2003)

Suzuki Baleno
Suzuki Baleno sedan 1995 (carsot.com)

Baleno mulai diperkenalkan di Indonesia tahun 1995. Ketika itu Baleno hadir dengan mesin empat silinder berkapasitas 1.600 cc, teknologi fuel injection, dan satu varian transmisi manual dengan 5 percepatan.

Padai tahun 2000, Suzuki Indonesia mengenalkan Baleno Millenium sebagai facelift pertama dengan kapasitas mesin 1.500 cc. Eksterior Baleno berbentuk lebih oval dan lebih modern berkat ubahan pada grille, lampu utama, dan pelek.

Versi facelift dilengkapi fitur-fitur seperti tilt steering, central lock, power steering, dan head unit double DIN.

Namun di tahun 2002, Suzuki Indonesia memberikan sedikit ubahan pada desain pelek dan grille yang dibuat lebih sporti.

 

Generasi kedua (2003-2007)

Suzuki Baleno
Suzuki Baleno 2003 atau dikenal sebagai Baleno Next-G (olx.co.id)

Pada tahun itu Suzuki memberikan ubahan yang cukup signifikan pada Baleno generasi keduanya. Dikenal dengan nama Baleno Next-G,  mobil ini memiliki ubahan bodi, sasis, dan interior yang disesuaikan dengan pergeseran tren saat itu.

Dari segi interior, panel meter hadir dengan model digital yang lebih modern. Ruang kabinnya pun didesain lebih luas dan lega dari pada Baleno generasi pertama.

Baleno Next-G juga telah dilengkapi fitur keselamatan modern seperti ABS (Auto Braking System) dan EBD (Electronic Brake-force Distribution) untuk menunjang keselamatan pengendara.

Baleno Next-G dipersenjatai mesin M15A berteknologi VVT berberkapasitas 1.500 cc, yang sanggup menghasilkan tenaga hingga 100 hp pada 5.900 rpm dan torsi 133 Nm pada 3.100 rpm. Baleno generasi kedua memiliki varian manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Pada tahun 2005, Suzuki kembali menghadirkan sedikit ubahan pada Baleno Next-G dengan bodi dan grille baru, warna dan desain interior yang berubah, serta hadirnya MID (Multi Information Display) di tengah dasbor.

 

 

Generasi ketiga (2008-2010)

Suzuki Baleno
Suzuki Baleno tahun 2008 atau generasi ketiga (infomobilbekas.com)

Kemudian di tahun 2008, Baleno hadir dengan nama Neo Baleno. Desain jauh lebih modern terutama pada bagian lampu utama yang memanjang hingga bagian fender dan kap mesin.

Pada generasi ini bodi membulat hingga mirip dengan Baleno generasi pertama. Mengandalkan mesin M15A, Neo Baleno hadir dengan fitur yang lebih lengkap dari Baleno generasi kedua.

Namun, adanya pergeseran kebutuhan konsumen membuat Suzuki berhenti memasarkan Baleno, baik generasi pertama, kedua, dan ketiga di tahun 2010.

 

Generasi keempat (2017-2019)

Suzuki Baleno
Suzuki Baleno 2017 atau generasi keempat (Suzuki)

Hampir 7 tahun Suzuki Baleno tanpa perubahan berarti. Di tahun 2017 baru Suzuki Indonesia memperkenalkan Baleno dengan konsep baru di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show, 10 Agustus 2017.

Dengan mengusung tagline ‘The Complete Hatchback’, New Baleno menghadirkan eksterior berkonsep liquid flow dan desain yang lebih mewah. New Baleno pada tahun ini menjadi mobil hatchback yang elegan dan sporti.

New Baleno sudah mengandalkan platform generasi terbaru yaitu HEARTECT yang ringan namun kokoh. Dengan mesin K14B dengan kapasitas 1.373 cc, New Baleno dapat mengeluarkan tenaga sebesar 92,4 ps pada 6.000 rpm dan torsi sebesar 130 Nm pada 4.200 rpm.

Baleno generasi terbaru ini menghadirkan MID yang lebih informatif bagi pengendara, serta fitur-fitur lain seperti Auto Climate Control yang dapat memudahkan pengendara dalam menentukan tingkat temperatur di dalam kabin.

 

New Baleno facelift (2019-sekarang)

Suzuki Baleno
New Baleno 2019 (Suzuki)

Baleno generasi terakhir dirilis di penghujung tahun 2019 lalu. New Baleno yang kini dengan segmentasi hatchback mampu meletupkan tenaga hingga 92,4 ps pada 6.000 rpm, dan torsinya 130 Nm pada 4.200 rpm.

New Baleno facelift ini hadir dengan desain bumper depan yang lebih sporty, grille yang lebih lebar, pelek berukuran 16 inci, penambahan LED Projector Headlamp, serta desain fog lamp yang lebih bergaya.

Pada bagian interior, New Baleno facelift ini datang dengan nuansa kabin berwarna abu gelap yang lebih elegan serta memprioritaskan kenyamanan pengemudi dengan adanya tuas yang dapat mengatur tinggi rendahnya posisi jok sehingga lebih ergonomis.

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya