Ban Terasa Aneh saat Berkendara? Tenang, Begini Cara yang Benar Memeriksa Tekanan Ban Mobil untuk Menjaga Kenyamanan Perjalanan

Oleh Redaksi Otosia pada 26 Jul 2022, 19:08 WIB
Diperbarui 26 Jul 2022, 19:08 WIB
Memompa ban mobil (tyre-pressures.com)
Memompa ban mobil (tyre-pressures.com)

Otosia.com, Jakarta Kurangnya tekanan udara pada ban mobil sangat mengganggu kenyamanan berkendara dan berpotensi menyebabkan pemborosan bahan bakar. Selain itu, ban akan lebih cepat terkikis secara tidak merata. Bahkan paling parah, ban bisa saja meletus!

Makanya, tekanan udara dalam ban harus terjaga dengan baik, setidaknya sesuai dengan aturan standar masing-masing mobil. Hal ini tentu cukup dilakukan beberapa kali saja, karena tekanan udara ban umumnya bisa bertahan cukup lama; bila tidak ada masalah.

Bila diperlukan, juga disarankan untuk mengecek kondisi ban ketka sedang belanja bahan bakar. 

 

 

Video Paling Dicari saat Ini

Berikut langkah-langkah mengecek tekanan ban mobil yang benar:

Mengecek tekanan ban mobil (dealerinspire.com)
Mengecek tekanan ban mobil (dealerinspire.com)

1. Lihatlah buku manual kendaraan Kamu atau petunjuk pada bagian dalam tepi pintu mobil pengemudi, untuk mengecek standar tekanan udara yang tepat 

Angka yang tertera memiliki satuan psi (pounds per square inch) dengan standar tekanan terendah maupun tertinggi. Standarisasi tersebut sudah ditentukan oleh produsen kendaraan.

Ada beberapa situasi Kamu perlu mengisi ban kendaraan dengan tekanan psi tertinggi yaitu:

  1. Untuk kebanyakan mobil sedan, minibus, dan bahkan pikap mini,
  2. biasanya produsen merekomendasikan antara 27-32 psi. Angka ini dapat dinaikkan sampai 40, sesuai muatan dan kebutuhan.
  3. Untuk kendaraan lebih besar yang membawa beban lebih berat, seperti truk dan SUV, umumnya berkisar antara 4 sampai 8 psi lebih tinggi dibandingkan mobil yang lebih kecil, atau kongkretnya sekitar 45.
  4. Perhatikan juga bahwa ban bagian depan dan bagian belakang memiliki tekanan udara yang berbeda, sesuai petunjuk produsen.

2. Bukalah penutup pentil ban mobil Kamu

Penutup pentil ban biasanya berwarna hitam, hijau atau silver. Persisnya berada pada pelek ban dan berukuran kurang lebih 2-3 cm panjangnya.

Perhatikan Pemakaian Alat Ukur

Alat ukur tekanan ban (forbes.com)
Alat ukur tekanan ban (forbes.com)

3. Tekan alat pengukur tekanan udara dengan kuat ke dalam penutup pentil dan lihatlah ukuran yang tertera

Pastikan tidak ada suara mendesis saat alat pengukur ditancapkan. Suara itu menandakan bila alat tidak cukup menempel secara merata pada pentil ban atau kurang menancap dengan seksama, sehingga perlu disesuaikan ulang.

4. Isi angin sesuai tekanan yang disarankan

Tambah tekanan udara ban sesuai dengan tekanan udara terendah atau tertinggi sesuai dengan kondisi muatan kendaraan. Bila Kamu sedang membawa banyak barang atau penumpang penuh, sebaiknya memakai standar tekanan tertinggi.

5. Pasanglah penutup pentil ban dengan rapat

Penutup pentil tidak berfungsi menahan udara yang ada di dalam ban, tetapi hanya menjaga bagian dalam sistem lubang udara ban agar tidak kotor dan lembap. Dengan begitu, udara tidak akan gampang bocor.

Berikut beberapa tips mengisi udara ban mobil agar ban tetap dalam performa terbaiknya:

Mengecek tekanan ban (mechanicbase.com)
Mengecek tekanan ban (mechanicbase.com)

1. Tekanan udara ban mobil tidak dapat diukur dengan penilaian mata (hanya melihatnya saja), terutama pada ban radial modern. Gunakan alat khusus pengukur tekanan udara ban agar penilaiannya akurat.

2. Radiasi sinar matahari dapat membuat ban panas, meskipun mobil tidak sedang dikendarai. Untuk mengukur tekanan udara pada ban dengan benar, perhatikan apakah salah satu sisi ban tidak terkena sinar matahari.

3. Perhatikan batas kemampuan ban. Seberapa cepat ban bisa dipakai. Biasanya setiap ban memiliki kode khusus sebagai keterangannya.

Sebagai contoh, kode zr memiliki kecepatan maksimum 240 km/jam. Kamu dapat mengemudi lebih cepat dari itu hanya dalam waktu singkat. Bila dipaksakan, ban akan cepat rusak dan berpotensi pecah.

Kode batas kecepatan hanya dapat diterapkan untuk ban-ban baru. Jika ban telah digunakan sejauh ribuan kilometer dan mengalami sudah tergores di sana-sini, batas kecepatan tersebut tidak dapat diterapkan.

Sebelum Melakukan Perjalanan

Pengecekan ban mobil (amazonaws.com)
Pengecekan ban mobil (amazonaws.com)

4. Jika ban perlu memperlukan tambahan tekanan udara, perhatikan ukurannya sebelum Kamu melanjutkan perjalanan.

Tambahkan tekanan sebesar selisih yang dibutuhkan berdasarkan ukuran tekanan ban yang tertera saat itu. Contohnya begini, Kamu ingin memompa ban dengan tekanan 35 psi sesuai dengan standar. Tapi kondisi ban saat itu, dilihat dari alat ukur menunjukkan angka 30 psi. Dari situ ketahuan bila selisihnya 5 psi di bawah angka standar.

Lalu Kamu tidak jadi mengisi udara dan memilih mengemudikan mobilnya. Setelah sekian waktu dan jauh djalankan, ban dicek ulang dan sekarang malah naik jadi 33 psi. Padahal sebelumnya hanya 30 psi.

Ada kemungkinan pemuaian udara ketika ban dipakai.

Bila terjadi demikian, penambahan tekanan udara harus tetap disesuaikan dengan hitung-hitungan awal: selisih angka sebelum mobil dijalankan. Karena selisihnya 5 psi, maka penambahannya juga tetap harus sama.

Maka pada saat itu, ban harus diisi sampai 38 psi, sehingga bila obil tidak sedang dipakai memungkinkan ukurannya akan kembali pada 35 psi.

5. Tambahkan tekanan udara dari angka yang disarankan, jika mobil akan dipakai untuk mengangkut beban berat atau dikemudikan dengan kecepatan tinggi (missal sampai 113 km/jam) untuk jangka waktu yang lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak merusak ban:

Ilustrasi ban rusak (herthundbuss.com)
Ilustrasi ban rusak (herthundbuss.com)

1. Ban dipompa berlebihan (melampaui dari standar kapasitas ban) membuat kendaraan sensitif terhadap gelombang (bebatuan/lubang) dan lebih mudah rusak jika menghantam lubang atau suatu benda di jalan.

2. Ban yang kurang tekanan udara akan menonjol ke samping (kempis) sehingga menghambat putaran roda. Mobil akan ke lebih boros bahan bakar dan memperpendek usia pakainya. Lebih parah, ban tersebut bisa saja Meletus kapan saja karena terkena panas ekstrem akibat tonjolan lebar di sisi samping.

Paling repot bila saat membelok tajam dalam keadaan darurat. Ban yang kurang udara akan cepat aus karena tertekan di antara pelek dan permukaan jalan.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Berita Terkini Selengkapnya