Doa Buat Orang Sakit Disertai Lafaz dan Artinya, Mustajab untuk Minta Kesembuhan

Oleh Ahmad Muzaki pada 26 Sep 2022, 17:45 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 17:45 WIB
ilustrasi berdoa. © pexels.com/Thirdman
ilustrasi berdoa. © pexels.com/Thirdman

Otosia.com, Jakarta Setiap muslim yang baik harus mentaati semua aturan dan ketetapan dari Allah SWT. Namun perlu disadari juga bahwa untuk melaksanakan ketetapan yang telah ditakdirkan perlu perjuangan berat. Sebab dalam kehidupan ada saja ujian atau rintangan yang ditemui.

Setiap manusia mendambakan kesuksesan hidup, upaya manusia meraih kesuksesan adalah dengan cara mengikuti petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW. Dalam perjalanannya manusia pasti akan menghadapi cobaan dan rintangan, kesulitan dan kesusahan, bahkan tidak akan sempurna iman seseorang jika tidak diuji oleh Allah SWT.

Ujian merupakan suatu keniscayaan hidup. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka akan semakin berat juga ujian yang diberikan Allah kepadanya. Salah satu bentuk ujian tersebut sakit. Semua orang yang hidup di dunia sudah pasti pernah mengalami sakit.

Dalam Islam, saat sakit seseorang diminta untuk berlindung dan meminta pertolongan kepada Allah melalui doa-doa yang tak putus. Adapun berikut ini merupakan doa orang sakit yang mustajab, lengkap dengan lafaz dan artinya telah dirangkum dari NU Online dan berbagai sumber lainnya.

Video Terpopuler saat Ini

1. Doa Buat Orang Sakit yang Pertama

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya saat ada sahabat yang jatuh sakit, senantiasa menjenguknya. Rasulullah SAW juga selalu membacakan doa untuk kesembuhan orang sakit. Tujuannya agar Allah SWT segera mengangkat penyakitnya serta memberikan kesembuhan pada orang sakit tersebut.

Salah satu doa buat orang sakit yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.

Artinya,: "Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,"

2. Doa untuk Orang Sakit yang Kedua

Abu Dawud dan At-Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan membaca doa berikut ini di hadapan orang sakit sebanyak 7 kali. Dengan doa ini, diharapkan Allah SWT segera mengangkat penyakit yang diderita orang tersebut. Berikut doa yang dianjurkan dibaca oleh Rasulullah SAW:

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”

3. Doa Buat Orang Sakit yang Ketiga

Adapun doa untuk orang sakit yang dibaca Rasulullah SAW saat menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA adalah sebagai berikut:

شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afāka fī dīnika wa jismika ila muddati ajalika

Artinya, "Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia."

Adab Berdoa

Perlu diketahui juga bahwa doa buat orang sakit harus dibacakan dengan adab yang baik. Setiap dari kita yang berdoa kepada Allah SWT tentu ingin doanya terkabul. Maka dari itu, kita perlu menjaga adab-adab atau sejenis tata cara dalam doa buat orang sakit.

Adapun secara garis besar tata cara berdoa yang baik agar terkabul adalah sebagai berikut:

- Memakan yang halal- Meyakini ijabah doanya- Menjaga hati agar tidak lalai saat berdoa

- Tidak meminta sesuatu yang mengandung dosa

- Tidak meminta sesuatu yang dapat memutuskan silaturahmi

- Tidak meminta sesuatu yang dapat menyia-nyiakan hak umat Islam

- Tidak meminta sesuatu yang mustahil secara umum

- Memanfaatkan waktu-waktu yang afdhal dalam berdoa, yaitu waktu sujud dan waktu jeda antara azan dan iqamah

- Wudhu dan salat terlebih dahulu sebelum berdoa

- Menghadap kiblat dan mengangkat tangan saat berdoa

- Tobat dan mengakui dosa terlebih dahulu sebelum berdoa

- Ikhlas dalam berdoa- Membuka doa dengan tahmid dan shalawat nabi

- Mengakhirinya dengan shalawat nabi- Membaca shalawat nabi di tengah doa

Penulis: Novi Fuji Astuti

Sumber: Merdeka.com

https://www.newshub.id/interactive2/3791

 

Lanjutkan Membaca ↓
Berita Terkini Selengkapnya