Yamaha Usulkan ke Jokowi Motor 300cc Tak Kena Pajak Barang Mewah

Baru-baru ini Yamaha Indonesia mengusulkan agar pemerintah mengkaji ulang pemberlakuan pajak barang mewah pada motor di atas 300 cc.

Selasa, 04 Desember 2018 19:15
Yamaha Xmax 300 di Ingris didatangkan dari Indonesia (Yamaha-motor.eu)
Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Saat ini, motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc dikenakan pajak barang mewah. Baru-baru ini, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengusulkan kepada pemerintah untuk mengkaji ulang aturan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Executive Vice President PT YIMM Dyonisius Beti kepada Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di acara Pelepasan ke-1,5 juta Ekspor Motor Yamaha di pabrik Yamaha Pulogadung, Jakarta, Senin (3/12).

Kata Dyon, saat ini Indonesia telah berubah dan dihargai dunia. Hal ini dibuktikan Yamaha dengan capaian ekspornya yang secara total telah mencapai 1,5 juta unit.

“Kami dipercaya memproduksi motor besar dan mesin besar lainnya untuk dikirm ke negara-negara maju di 5 benua,” ucap Dyon dalam Liputan6.com.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan Dyon yang kabarnya memang tengah berwacana meninjau ulang peraturan agar produksi motor Indonesia dengan kapasitas 300 cc tidak dikenakan pajak penjualan barang mewah.

“Sehingga makin mendukung daya saing produk made in Indonesia,” katanya.

Dyon menyatakan bahwa presiden sendiri melihatnya sebagai sesuatu yang baik, untuk mengembangkan produk dalam negeri sehingga jumlah ekspor akan lebih banyak.

Sebaliknya, Dyon menuturkan, di sejumlah negara maju tujuan ekspor, tidak dikenakan pajak barang mewah di atas 250 cc. Adapun kebijakan regulasi pajak barang mewah untuk sepeda motor bermesin di atas 250 cc terjadi sejak 20 tahun lalu.

Dyon menjabarkan, pada saat itu, kebijakan ini dibuat untuk memproteksi produksi dalam negeri di tengah munculnya barang barang impor bermesin besar.

Tapi saat ini Indonesia telah berubah. Bahkan pabrik Yamaha sendiri telah membuat motor sport R3 bemesin 300 cc dan dikirim ke luar negeri.

Namun sayang karena pajak R3 berbeda, motor bergaya sport itu tidak dijual di Indonesia. Jika pun memang dijual maka harganya akan mahal.

“Kita ingin ekspor kencang, skala ekonomi juga harus ditingkatkan. Kalau 300 cc bebas barang mewah, masyarakat bisa menikmati motor dengan harga tidak jauh dari Eropa,” terang Dyon.

“Mesin sendiri dari 250 cc ke 300 cc itu bedanya paling 10 persen, pajaknya saja yang tinggi,” tutur Dyon.

Dyon sendiri menyayangkan, apabila ada sepeda motor dengan harga Rp 50 juta, maka dengan pajak tinggi sekitar 40 persen, harga sepeda motor tersebut bisa tembus Rp 90 jutaan.

Ia pun menjelaskan bahwa dampaknya terbilang positif. Nantinya, masyarakat Indonesia bisa memiliki motor gede dengan harga yang tak jauh berbeda, paling tidak selisih harganya hanya Rp3-4 juta saja.

Sumber: Liputan6.com

BACA INI JUGA DONG OTOLOVERS

(kpl/crn)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami