Waspadai Komponen-komponen Berikut Jika Mobil Terendam Banjir

Dengan rawan terjadinya banjir di saat musim hujan, ada beberapa komponen dari mobil yang wajib diperhatikan.

Rabu, 10 Februari 2016 21:15
Waspadai Komponen-komponen Berikut Jika Mobil Terendam Banjir (Foto: Otosia)

Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Berbagai macam kerusakan dapat terjadi dalam lobil ketika terendam banjir. Kerusakan terparah yang bisa diakibatkan oleh air dari banjir adalah water hammer.

Water hammer adalah fenomena ketika air masuk ke dalam ruang bakar ketika mesin sedang bekerja.

Akibatnya, piston yang sejatinya mengkompres udara dan bahan bakar pun harus mengkompres air yang masuk.

Berhubung air adalah zat yang tidak bisa dikompres, maka akan terjadi tekanan sangat tinggi di dalam ruang bakar yang mengakibatkan piston berlubang, setang piston patah serta blok mesin pecah

Saat bagian mobil terendam, maka air akan berusaha mencari celah yang bisa dimasuki. Salah satu bagian yang rentan disisipi air adalah transmisi. Begitu air masuk, maka oli di dalamnya akan terkontaminasi.

Oli yang tercampur air akan kehilangan daya lumasnya secara drastis. Selain itu, air akan membuat komponen mesin lebih rentan terkena karat.

Namun sebelum karat terjadi, daya lumas oli yang berkurang akan membuat bagian yang bergesekan menjadi aus secara dini.

Pada transmisi otomatis, pelumas yang terkontaminasi air akan menyebabkan kerusakan di plat kopling berlapisnya. Dan bila rusak, Anda harus menggantinya satu set dengan harga lumayan mahal.

Pada mobil bertransmisi manual, sangat diharamkan memarkir mobil sesaat setelah terkena banjir. Air yang merembes ke kopling, akan membuat kopling dan dekrup menjadi lembab.

Kelembaban ini mengakibatkan terjadi adhesi yang kuat antara plat kopling dan dekrup.

Saat transmisi dalam posisi netral, kopling dalam posisi lepas sehingga plat kopling dan dekrup saling melekat kencang. Jika dibiarkan semalaman, jangan heran kalau keesokan harinya transmisi mobil Anda tak dapat dioperasikan.

Hal ini karena plat kopling dan dekrup menempel dan berkarat, karena kopling tidak bisa bebas, maka mustahil memasukkan gigi.

Sama halnya seperti kopling, kampas dan piringan rem mudah berkarat bila dalam keadaan lembab. Dan saat kita menarik rem tangan, kampas rem belakang bisa menempel dengan piringannya.

Gejala menempelnya rem bisa kita rasakan setelah rem tangan dilepas, namun laju mobil tetap terhambat.

Atasi dengan memaksakan mobil maju sehingga rem terlepas dari piringannya. Tapi bila kadar menempelnya sudah sangat erat, bisa terjadi kerusakan pada kampas maupun piringan rem.

1 dari 1 Halaman

Elektronik

Elektronik

Saat ini banyak mobil keluaran baru memiliki engine control unit (ECU) yang diletakkan di dalam ruang mesin. Posisi ini jelas rentan terkena air saat melibas banjir.

Jika sampai terjadi korslet, maka Anda harus mengganti ECU baru, tidak bisa bagian per bagian,

Bagian lain yang rentan rusak adalah alternator. Alternator merupakan komponen yang mengubah putaran mesin menjadi arus listrik.

Sebetulnya bagian ini tidak rentan rusak bila terkena air. Namun, zaman sekarang mobil sudah banyak yang memakai alternator canggih dengan IC (integrated circuit) di dalamnya. Nah, ini bisa rusak bila terendam air

Bila alternator tak berfungsi, maka aki akan cepat tekor dalam waktu singkat. Mobil akan mogok akibat kehabisan listrik. Matinya alternator akan ditandai dengan menyalanya indikator aki di dasbor.

Bila mendapati hal ini, segera cari tempat aman untuk menepi dan dereklah mobil ke tempat tujuan.

(kpl/fdk)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami