Waspada Corona COVID-19, Pemudik Sepeda Motor Diimbau Tak Bonceng Penumpang

Kini mudik tak lagi dilarang, hanya saja ada beberapa aturan yang mungkin harus dipatuhi demi keselamatan dan kesehatan.

Selasa, 07 April 2020 09:15
Waspada Corona COVID-19, Pemudik Sepeda Motor Diimbau Tak Bonceng Penumpang Pemudik sepeda motor (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pandemi virus Corona COVID-19 masih belum reda di Tanah Air. Jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 terus bertambah setiap harinya.

Pandemi ini juga diprediksi akan terjadi hingga musim mudik Lebaran 2020. Melansir Merdeka.com, kini pemerintah tak lagi melarang warganya mudik di tengah pandemi virus Corona. Hal ini berkaitan dengan lesunya perekonomian. Terlebih di perkotaan, terutama di Jabodetabek.

Kendati demikian, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Ridwan Djamaluddin menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan aturan-aturan dalam bentuk buku panduan mudik agar masyarakat tetap bisa pulang kampung dengan menerapkan aspek kesehatan dan keselamatan.

 

 

1 dari 2 Halaman

Senada, Kepala DInas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo menyatakan pemerintah harus segera menyusun aturan mudik. Trmasuk bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

"Jadi setelah ada imbauan social distancing, diturunkan petunjuk dan pelaksanaan untuk itu termasuk pemudik pakai motor, yang hanya boleh 1 orang saja jadi tidak boleh bawa penumpang. Jadi Menteri Perhubungan harus segera mengeluarkan itu (aturan, red)," kata Syafrin dalam sebuah diskusi daring, Minggu (5/4/2020).

Seperti yang terjadi setiap tahun, masyarakat Indonesia masih banyak yang mudik menggunakan sepeda motor. Maka itu petunjuk pelaksanaan harus meliputi mekanisme pemudik dengan motor, kemudian dari kapan hingga kapan aturan tersebut berlaku dan sebagainya.

2 dari 2 Halaman

Diakui Syafrin, DKI Jakarta sebagai zona merah dan episentrum penyebaran virus Corona, kini bukan lagi terjadi karena pergerakan masyarakat dari dan ke luar daerah. Tapi sudah terjadi antar lingkup masyarakat.

"Di jakarta ini sudah zona merah, jadi episentrum, penyebarannya enggak lagi dari luar ke dalam tapi antar masyarakat. Makanya bahaya, makanya saya sampaikan tunda dulu perjalannya sampai wabah Corona ini bisa diselesaikan," tandasnya.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami