Warga yang Mudik Lebaran ke Sragen Bakal Dikarantina di Rumah Angker Kedoeng Banteng Lagi?

Pada larangan mudik Lebaran 2020, Pemkab Sragen akan mengarantina warga yang nekat mudik di rumah angker. Tapi rupanya, langkah itu tak akan diambil untuk larangan mudik Lebaran 2021.

Jum'at, 16 April 2021 18:15
Warga yang Mudik Lebaran ke Sragen Bakal Dikarantina di Rumah Angker Kedoeng Banteng Lagi? Ilustrasi mudik lebaran (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Tahun lalu, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran. Saat itu kasus COVID-19 sedang tinggi-tingginya. Sehingga dengan tidak mudik, maka masing-masing orang bisa membantu memutus rantai penularan COVID-19.

Rupanya, pandemi tak kunjung reda hingga satu tahun kemudian. Alhasil, pemerintah kembali melarang mudik Lebaran. Sipapaun yang mudik di masa larangan mudik akan dikarantina.

Langkah itu juga pernah diterapkan pada tahun lalu. Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pernah melakukan cara unik untuk mengarantina para pemudik. Mereka mengancam warga yang nekat mudik ke Sragen akan dikarantina di rumah angker yang tidak berpenghuni.

1 dari 3 Halaman

Salah satu rumah angker itu terletak di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Rumah yang dikenal dengan nama Kedoeng Banteng itu konon sudah berdiri sejak 1831, dan dipersiapkan untuk menampung pemudik bandel.

Pada 2021 ini, pemerintah pusat kembali menyatakan bahwa aktivitas mudik Lebaran dilarang. Aturan ini berlaku selama periode waktu 6-17 Mei 2021.

Dengan adanya aturan tersebut, apakah Pemkab Sragen akan kembali menyiapkan rumah angker untuk pemudik bandel?

2 dari 3 Halaman

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pihaknya untuk mudik Lebaran kali ini kemungkinan tidak akan menerapkan aturan itu lagi. Pemkab Sragen pada tahun lalu disebutnya terpaksa menyediakan rumah angker, karena jumlah pemudik di sana dalam sehari saja bisa mencapai 1.400 orang.

"Ini bagaimana caranya supaya mencegah dan membuat mereka jera, salah satunya lebih takut hantu daripada takut aturan. Berhasil itu. Di beberapa desa, ada rumah-rumah hantu yang dipersiapkan," kata Yuni dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9, Kamis (15/4/2021).

Untuk tahun ini, ia melanjutkan, Pemkab Sragen akan mengikuti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mempersiapkan Satgas Jogo Tonggo. Setiap desa akan punya tempat untuk karantina bagi warganya yang tersuspeksi Covid-19 sebagai orang tanpa gejala (OTG).

3 dari 3 Halaman

"Ini nanti akan kita berlakukan juga. Barangkali ada satu-dua-tiga yang ternyata lolos dari barikade dan tetep sampe di tempat masing-masing, tentu kami akan tempatkan dulu di tempat karantina sambil kita cek dulu kesehatannya secara menyeluruh. Kalau tidak demam kita tes PCR, baru bisa berkumpul dengan keluarganya," ungkapnya.

"Harapan kami tidak banyak yang lolos-lolos mudik lebaran seperti ini, karena juga terjadi tes dan sebagainya, alat tools-nya juga tidak banyak yang kita miliki. Harapannya ini betul-betul berlaku, 6-17 Mei ini larangan mudiknya komitmen dan konsisten," imbuh Yuni.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami