Warga ke Terminal untuk Mudik, Dishub DKI: Kembali ke Rumah Masing-Masing

Masih ada warga yang nekat mencoba datang ke terminal untuk mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Jum'at, 24 April 2020 18:45
Warga ke Terminal untuk Mudik, Dishub DKI: Kembali ke Rumah Masing-Masing Warga mudik menggunakan bus saat pada Lebaran tahun 2019 (Liputan6.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Pemerintah sudah melarang warga untuk mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19), agar tak memperluas sebaran virus mematikan itu. Kebijakan itu juga sudah terutang dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Tapi sayangnya masih ada warga yang nekat mendatangi terminal untk berencana pulang kampung. "Untuk para warga yang masih datang ke terminal mau mudik, kami memberikan imbauan untuk membatalkan niat itu. Kami minta mereka kembali ke rumah masing-masing," imbau Kepala Bidang Pengendali Operasi Dishub DKI Jakarta, Edi Sufaat, Jumat (24/4/2020) disitat dari Merdeka.com.

Dia menyatakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga sudah dilarang beroperasi di dalam terminal. Untuk waktu operasional berdasarkan peraturan PSBB terminal masih tetep beroperasi mulai pukul 06.00-18.00 WIB.

"Otomatis kalau tidak boleh berangkat ya (loket) tidak boleh ada penjualan. Mungkin masih ada yang buka mungkin nanti ada yang refund," jelasnya.

1 dari 1 Halaman

Sebelumnya, Pemerintah resmi melarang mudik warganya mulai hari ini, Jumat (24/4/2020) per pukul 00.00 WIB. Peraturan soal pelarangan mudik ini diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 (Permenhub 25/2020).

Dalam Permenhub yang telah ditetapkan per 23 April 2020 tersebut, tertulis dengan rinci mengenai larangan operasional angkutan umum darat, laut dan udara.

Pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) dilakukan melalui larangan sementara penggunaan sarana transportasi," demikian bunyi pasal 1 ayat 1 Permenhub 25/2020, sebagaimana ditulis Jumat (24/4/2020).

Pengendalian transportasi berlaku untuk moda di darat, laut, udara dan perkeretaapian, dimulai pada tanggal 24 April 2020 hingga 31 Mei 2020.

Untuk moda transportasi darat yang dimaksud adalah kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, dan sepeda motor, lalu kapal angkutan penyeberangan dan kapal angkutan sungai dan danau.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami