Wanita dan Motor, Dua Entitas yang Selalu Berakhir Buruk?

Benarkah keberadaan wanita dan motor itu tidak berjodoh dengan banyaknya kecelakaan dan minimnya kesadaran berkendara?

Selasa, 21 Maret 2017 19:15
Lady Biker (foto ilustrasi: Istimewa)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Keberadaan emak-emak atau wanita paruh baya yang mengendarai motor bebek di Indonesia harus diakui jadi isu seksis paling gencar beberapa tahun belakangan ini. Padahal baik secara fisik atau mental, wanita tidak punya selisih yang jauh untuk bisa jadi pengendara motor yang baik dibandingkan laki-laki.

Di negara-negara seperti Indonesia, Filipina maupun Vietnam para wanita yang mengendarai motor dianggap mimpi buruk. Salah satu penyebabnya mungkin adalah dikarenakan minimnya pengetahuan dan penataran bagi para wanita untuk mengendarai motor dengan cukup.

Wajar jika di kantor kepolisian, pemohon SIM C atau A lebih banyak didominasi oleh para pria dibandingkan wanita. Stereotype yang menganggap laki-laki harus selalu dan mutlak jadi pemimpin mungkin secara tak sadar membuat para wanita tidak terlalu berhasrat untuk memiliki lisensi mengemudikan kendaraan sendiri terutama di negara dengan budaya yang masih kental layaknya Indonesia.

Namun terbang jauh ke beberapa dekade belakang ternyata wanita tak seburuk itu kok, terutama dalam hal mengendarai kendaraan bermotor. Luar biasanya bahkan wanita sudah mengendarai motor di Amerika Serikat pada periode tahun 1800-an, jauh sebelum wanita diberikan izin untuk mengajukan suara dalam pemilihan presiden.

Seperti yang ditulis oleh American Motorcyclist, bagaimana periode tahun tersebut punya kemiripan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Bagi keluarga yang secara ekonomi belum mampu untuk membeli mobil, bisa diperkenankan untuk mendapatkan motor dahulu. Saat itu yang masih berjaya adalah Harley Davidson, yang jadi alternatif mobil Ford.

Tahun 1916 Van Buren bersaudara malah jadi wanita pertama yang menaklukkan puncak Pikes, menggunakan motor! Keduanya berkendara menggunakan motor dengan perlengkapan klasik seperti kacamata dan helm yang tampak seperti helm milik serdadu.

Lebih signifikan lagi pada tahun 1930-an saat perang dunia berkecamuk, Thessa Wallach malah sudah mengalahkan banyak pria untuk mengendarai motor dalam British Army, termasuk juga jadi pelayan para tentara perang saat itu.

Tak cuma itu, ada satu event yang disebut dengan 'Wall of Death' yang populer kala itu. Sukses melahirkan talenta-talenta seperti Margaret Gast, May Williams dan Jean Perry yang beraksi untuk menghibur khalayak ramai dengan aksi yang pada jaman sekarang seringkali disebut dengan 'tong setan'.

Perang dunia ke-2 malah jadi tonggak sejarah penoreh rekam bahwa wanita dan motor adalah jodoh. Margaret Wilson adalah salah satu dari ratusan biker wanita yang sukses mencatat jarak hingga 550.000 mil untuk menunjukkan bahwa wanita juga pantas untuk mengendarai motor layaknya pria dan harus diperlakukan sama.

Masuk ke era modern dimana motor bukan lagi sebagai kebutuhan tapi mulai dijadikan lifestyle saat Debbie Evans mulai menunjukkan taringnya. Debbie adalah salah satu wanita yang jadi stunt act menggunakan motor sebagai stunt di surganya film dunia, Hollywood. Debbie acapkali jadi stunt-woman bagi aksi berbahaya menggunakan sepeda motor.

Semakin kemari, keberadaan komunitas dan biker kaum hawa semakin banyak dan luas. Komunitas Lady Biker Jakarta jadi salah satu yang paling menonjol di Indonesia, dengan judul WOW alias Woman on Wheels.

Keberadaan Woman on Wheels sedikit banyak seharusnya bisa jadi faktor untuk mempertegas bahwa wanita dan motor tak seharusnya diidentikkan dengan 'sein kanan tapi belok kiri', namun juga pelurus fakta bahwa wanita juga bisa aktif dan berkendara layaknya pria dengan segara kecantikannya.

Maka memang menilik dari sejarah panjangnya, bukan cuma pria saja yang perlu menanamkan ketertiban dalam berkendara utamanya bermotor. Wanita juga perlu dan berhak untuk mendapatkan pengetahuan dan kesaradan dalam berkendara supaya tak ada lagi stereotype dan penampakan 'emak-emak pakai matic ke pasar tanpa helm belok mendadak, kecelakaan tapi tetap menyalahkan'.

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fjr)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami