Virus Corona Ganggu Pasokan Komponen Global, Bagaimana dengan Daihatsu Indonesia?

Wabah Corona juga mengundang kekhawatiran dapat mengganggu bisnis otomotif global, tidak terkecuali di Indonesia

Kamis, 13 Februari 2020 11:15
Virus Corona Ganggu Pasokan Komponen Global, Bagaimana dengan Daihatsu Indonesia? Mobil Daihatsu, Xenia Sport (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Virus corona memang menjadi isu hangat akhir-akhir ini terkait kesehatan warga Cina, dan dunia pada umumnya. Wabah Corona juga mengundang kekhawatiran dapat mengganggu bisnis otomotif global, tidak terkecuali di Indonesia.

Pasalnya selain menjadi produsen mobil, Cina merupakan salah satu negara pemasok komponen otomotif dunia.

Daihatsu menjadi salah satu brand yang mencermati perkembangan kasus virus corona. Kendati sejauh ini belum memberikan dampak, Daihatsu tetap mengambil sikap untuk hati-hati karena bisa saja ada komponen tertentu yang disuplai oleh supplier mereka yang berasal dari Cina.

"Sampai sejauh ini belum ada pengaruh, tetapi nanti kita cek apakah supplier ngambil (barang) dari Cina. Kalau itu ada, bisa saja itu ada pengaruhnya. Tapi sekali lagi saya katakan sampai hari ini tidak ada," kata Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

1 dari 2 Halaman

Mereka pun menyebut bahwa pasokan komponen dari vendor mereka tetap berjalan lancar di tengah kekhawatiran wabah virus corona menggangu proses produksi. Apalagi Daihatsu mengaku bahwa tidak ada part Daihatsu yang diimpor langsung dari Cina.

“Tidak ada pabrik Daihatsu di Cina. Toyota ada, tapi tidak besar karena untuk pasar domestik di sana,” terang Amelia Tjandra.

2 dari 2 Halaman

Daihatsu berharap kasus Corona tidak berimbas pada pertumbuhan otomotif di Indonesia. Pihaknya berkeyakinan wabah corona akan segera berakhir sejalan dengan perubahan musim.

“Saya melihat secara penyebaran lebih cepat dari SARS. Tapi secara kematian lebih cepat SARS. Di luar Wuhan kematian hanya 0,2 persen, bandingkan dengan SARS 20 persen. Ini memang menyeramkan, tapi spreadingnya lebih cepat,” paparnya.

“Menurut saya pas musim panas, matahari, hilanglah (virus corona) ini. Kita musim dingin saja, dia (virusnya) kan 23 derajat enggak kuat . Tunggulah nanti summer,” tutupnya.

(kpl/nzr/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami