Viral Polisi Minta Jatah Sekarung Bawang ke Sopir Truk yang Ditilang, Tak Mau Duit Rp100 Ribu

Berikut ini curhatan seorang sopir truk yang kena tilang, polisi malah minta jatan sekarung bawang

Selasa, 02 November 2021 09:15
Viral Polisi Minta Jatah Sekarung Bawang ke Sopir Truk yang Ditilang, Tak Mau Duit Rp100 Ribu Polisi (Instagram/majeliskopi08)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Baru-baru ini oknum polisi membuat geger jagat maya. Pasalnya polisi tersebut diduga telah menindak pelanggar aturan lalu lintas tak sesuai aturan. Saat memberi tilang sopir truk polisi itu malah meminta sekarung bawang.

Kejadian ini diungkap langsung oleh sopir truk yang terkena tilang. Videp yang memerlihatkan insiden tersebut diunggah pertama kali oleh akun Facebook Irwanto dan kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @majeliskopi98 pada Senin (1/11/2021).

 

1 dari 7 Halaman

Minta Sekarung Bawang

Di video yang diunggah terlihat seorang pria yang diduga sopir truk tengah mengikat tutup bak truk. Sementara itu, pria di sampingnya alias perekam video mengungkapkan fakta mengejutkan.

Keduanya terkena tilang polisi, namun oknum petugas tersebut malah meminta jatah satu karung bawang. Dalam video pun terlihat ada satu karung yang diletakkan di motor polisi.

"Aku kena tilang tapi dimintain bawang satu karung bos, polisi," kata sopir truk.

2 dari 7 Halaman

Sebenarnya sopir truk telah berusaha untuk membayar sebesar Rp100 ribu ke polisi. Hanya saja uang tersebut ditolak dan polisi malah meminta jatah sekarung bawang.

"Saya dimintain satu karung, dikasih Rp100 ribu nggak mau mintanya satu karung bawang. Pelat nomor A 3870 ME," tutupnya.

3 dari 7 Halaman

Bikin Geram

Video yang telah ditonton lebih dari 39 ribu kali ini mendapatkan beragam komentar netizen. Banyak dari mereka yang geram dengan aksi semena-mena dari oknum polisi tersebut.

"Harga diri nya hanya di sekarung bawang," tulis @deevanasabrina

"Beginilah polisi Indonesia yang kata nya mengayomi namun hasil nya NIHIL," jelas @ki_maullana

"Bawang mah mahal bakal di jual ," komentar @memeymeidi

"Mungkian mau pensiun, jd ngelapak bawang di pasar," tulis @wawan.kurnia

"Ini mah begal," jelas @kus_bms

4 dari 7 Halaman

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by MajelisKopi08 (@majeliskopi08)

 

 

5 dari 7 Halaman

Polisi Pukul dan Tendang Seorang Pemotor saat Lakukan Razia di Bima

Polisi aniaya pemotor (Instagram/@majeliskopi08)

Aksi oknum polisi yang meresahkan sudah berulang kali terjadi. Sebelumnya seorang polisi nekat melakukan tindak kekerasan kepada pemotor di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Video yang memerlihatkan kejadian ini diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08 pada Selasa (28/9/2021)

Dari keterangan pada video, diketahui jika kejadian ini bermula saat beberapa polisi sedang melakukan razia. Namun saat mengamankan seorang pemotor, terjadilah penganiayaan.

"Oknum Polisi terlihat dalam video melakukan gerakan menendang dan Memukul Pengendara Motor Saat Sedang melakukan Razia di Wilayah Bima, Dekat Bandara Bima Jalur Dua Sebelum Hotel Kalaki Beach," tulis akun tersebut.

6 dari 7 Halaman

Dalam video awalnya ada seorang pria yang memakai helm sedang dirangkul oleh polisi yang memakai rompi. Namun ada polisi lain yang malah menendangi pemotor tersebut.

Ketika berhasil dilerai, pemotor tersebut tampak seperti diinterograsi. Namun tiba-tiba dari arah belakang polisi tadi kembali menganiayanya dengan terus memukulinya.

7 dari 7 Halaman

Setelah puas ia kemudian menaiki motor matik berwarna putih yang diduga milik pemotor tadi. Jika dilihat, motor tersebut memang telah melanggar aturan lalu lintas, yakni tak dilengkapi spion.

Ketika terus diinterograsi polisi yang memakai rompi, polisi arogan tadi kembali menghampiri pemotor. Kemudian ia menendang bagian tubuh pemotor itu lagi.

Kejadian ini pun sontak membuat perekam video yang berada di pinggir jalan geram. "Kurang ajar ini bapak," kata perekam video.

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami