Viar Himbau Motor Niaga Roda 3 Berisiko Dipakai Mudik

Ritual tahunan mudik ke kampung halaman sudah menjadi bagian dari budaya kita. Dari masyarakat golongan bawah hingga kaum berada turut pula menjalankan tradisi pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan sanak famili.

Rabu, 10 Juli 2013 18:15
Ilustrasi: Perusahaan Motor Viar (foto: Nazar Ray)
Editor : support

Otosia.com - Ritual tahunan mudik ke kampung halaman sudah menjadi bagian dari budaya kita. Dari masyarakat golongan bawah hingga kaum berada turut pula menjalankan tradisi pulang kampung untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara saat Lebaran.

Jutaan mobil pribadi dan sepeda motor pun digunakan para pemudik. Dalam 10 tahun terakhir, sepeda motor menjadi alat transportasi favorit pemudik dari golongan menengah ke bawah. Mudik dengan sepeda motor dinilai lebih murah dan praktis walau rentan kecelakaan.

Meski berisiko besar terhadap keselamatan dan keamanan, setiap tahun pemotor yang mudik jumlahnya terus meningkat. Bahkan kini tren mudik pakai roda dua, juga diikuti roda tiga atau motor niaga/usaha.
Tidak sedikit pemudik menaiki motor niaga roda tiga. Mereka beralasan selain lebih aman dari motor roda dua, juga bisa menampung banyak barang bawaan, termasuk istri dan anak.

Perusahaan Motor Viar

Kendati kecepatannya lebih lambat dari sepeda motor, dengan rata-rata 50 km/jam saat dipakai mudik, baknya dapat dipakai tidur untuk keluarga. Sementara bagian atasnya diberi atap supaya terhindar dari panas dan hujan. Ada diantaranya yang sampai memodifikasi hingga sesuai kebutuhan pulang kampung.

Sama seperti roda dua, motor usaha ini sangat berisiko besar untuk mengundang terjadinya kecelakaan, karena diciptakan sebagai kendaraan niaga. Sampai-sampai PT Triangle Motorindo (TM), selaku prinsipal sepeda motor Viar mengeluarkan himbauan kepada konsumennya untuk tidak menggunakan motor usaha buat mudik.

"Kami sangat bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia. Kami menghimbau kepada pelanggan kami dan melarang motor usaha Viar digunakan untuk mudik. Sebab motor ini diciptakan dan didesain untuk mengangkut barang jarak dekat, bukan alat angkut manusia yang menempuh jalan sampai ratusan kilometer," tegas Akhmad Z. Dalle, GM Marketing, PT Triangle Motorindo.

Ilustrasi Mudik dengan Motor Roda 3

Menurut Dalle, motor usaha Viar karya roda 3 (three wheeler) kegunaannya sebagai transportasi angkutan barang murah, irit, daya angkut banyak, dan mudah dimodifikasi untuk berbagai kebutuhan para pelaku bisnis skala menengah ke bawah. Motor ini dimanfaatkan untuk distribusi dengan skala kecil dan jangkauan jarak yang pendek, fleksibel dan terjangkau.

"Jadi bukan untuk mengangkut manusia, apalagi sampai satu keluarga naik di baknya untuk perjalanan jarak jauh. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan. Kita himbau jangan dipakai deh. Lebih baik naik bus, kereta atau angkutan umum antar kota yang lain, yang jelas-jelas lebih aman dan nyaman," tandasnya.

Selain himbauan ini diberikan kepada konsumennya, Viar juga mewanti-wanti para anggota komunitas Ikatan Motor Usaha Viar (IMUVI) untuk tidak ikut-ikutan memakai roda tiga saat pulang kampung. IMUVI dibentuk selain meningkatan loyalitas pengguna motor usaha terhadap brand Viar, komunitas ini juga bertujuan sebagai media pertukaran informasi bisnis usaha bersama maupun peluang-peluang bisnis yang berkembang. Selain itu juga sebagai media pertukaran informasi perawatan, pemeliharaan, dan kebutuhan suku cadangnya.

Selama ini PT Triangle Motorindo dikenal sebagai pabrikan roda 2 dan roda 3 (motor usaha). Mulai awal tahun 2008 hingga kini varian Karya roda tiga sudah menjadi leading market secara nasional untuk merek roda 3 dengan penguasaan pasar di atas 60 persen. (kpl/nzr/spr)

TAGS :
Ragam,   Viar
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami