Usulan Insentif Pajak Mobil Baru Belum Direstui, Menperin: Menteri Keuangan Masih Menghitung

Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta jajarannya masih mempertimbangkan kebijakan insentif pajak mobil baru

Selasa, 29 Desember 2020 09:15
Usulan Insentif Pajak Mobil Baru Belum Direstui, Menperin: Menteri Keuangan Masih Menghitung Agus Gumiwang. ©2018 Merdeka.com

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Setelah pengajuan pajak 0 persen untuk mobil baru tidak disetujui, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan usulan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Jokowi pun menyambut baik usulan tersebut, hanya saja keputusan belum final. Sebab Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta jajarannya masih mempertimbangkan kebijakan tersebut.

"Ini memang sudah kita usulkan. Dan saya sudah laporkan ke presiden dan secara prinsip beliau setuju. Tapi Menteri Keuangan masih dalam proses hitung menghitung," kata Agus Gumiwang, Senin (28/12).

1 dari 3 Halaman

Kendati demikian, dia mewajari sikap yang diberikan Kementerian Keuangan yang disebutnya tak mau menghamburkan uang negara secara sia-sia. "Kemenkeu masih proses hitung-menghitung karena mereka merupakan bendahara negara, mereka punya penilaian sendiri. Kita belum mendapatkan green light dari Kemenkeu," ujarnya.

Meski kepastian insentif pajak untuk mobil baru masih digantung, Agus Gumiwang tidak berkecil hati. Sebab kegiatan di sektor industri otomotif telah menunjukan adanya perbaikan pada kuartal III 2020 dibanding kuartal II sebelumnya.

"Kita berharap di kuartal IV nanti akan semakin membaik dari sektor industri otomotif. Walaupun memang ini salah satu sektor industri yang akan lebih lama mencapai titik normal dibandingkan sebelum Covid-19 datang ke Indonesia. Ini harus kita proteksi secara serius," tuturnya.

2 dari 3 Halaman

Ditolak Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku saat ini pihaknya tidak berencana menerapkan pajak nol persen untuk mobil baru karena sudah ada insentif yang akan diberikan kepada industri keseluruhan.

"Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers virtual APBN edisi Oktober di Jakarta, dikutip Antara, Senin (19/10).

Menurut dia, setiap insentif yang diberikan akan dievaluasi lengkap agar pemberian insentif tidak memberi dampak negatif kepada kegiatan ekonomi lainnya.

3 dari 3 Halaman

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajukan wacana tersebut untuk mendongkrak pasar industri otomotif yang terdampak pandemi covid-19. Jika wacana itu direalisasikan, dia berharap harga kendaraan roda empat baru akan jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya.

"Kalau kita beri perhatian agar daya beli masyarakat bisa terbantu dengan relaksasi pajak, maka kita terapkan. Kemudian pada gilirannya bisa membantu pertumbuhan industri manufaktur di bidang otomotif tersebut," katanya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami