Uniknya Baterai PCX Listrik, Apa Istimewanya?

PT Astra Honda Motor secara resmi menggiring masuk skutik PCX mereka yang bertenaga murni listrik. Kehadirannya mempertegas Honda Indonesia untuk akrab dengan teknologi kekinian yang juga sedang digembar-gemborkan pemerintah.

Jum'at, 01 Februari 2019 10:15
Posisi baterai PCX Listrik (Otosia.com/Nazarudin Ray)
Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - PT Astra Honda Motor secara resmi menggiring masuk skutik PCX mereka yang bertenaga murni listrik. Kehadirannya mempertegas Honda Indonesia untuk akrab dengan teknologi kekinian yang juga sedang digembar-gemborkan pemerintah.

Secara urutan keluarga, PCX listrik pun menjadi motor listrik ketiga yang dikembangkan Honda di Jepang.

Keunikannya kali ini ada pada baterai dan juga motor penggeraknya. Pasalnya, pengembangan pada PCX ini difokuskan pada sistem gerak motor elektrik dan power pack (baterai) yang compact. Soalnya, baterai itu bisa dilepas pasang dan artinya bisa ditinggal untuk dicharge, entah di rumah, di kantor, atau tempat lainnya.

"Fitur yang paling mencolok adalah sumber energinya, yakni baterai lithium ion portable yang dapat dilepaskan. Posisinya depan belakang selaras sama bodi PCX," ujar Makoto Mitsukawa, Honda R & D Co. Ltd.

Di bagian ruang tangki bensin terdapat charger dan power control unit untuk mengatur suplai tenaga dari motor penggerak dan sumber listrik, termasuk juga relay dan sistem kelistrikan lainnya.

"Dua mobile power pack kami koneksikan secara seri dan paralel. Koneksi seri dipilih untuk dua baterai. Karena butuh arus besar untuk mempertahankan tegangan daya tetap pada 48 volt, koneksi rangkaian seri menghasilkan 96 volt," kata dia.

Koneksi paralel dibutuhkan karena pengisian kedua baterai berbeda secara kapasitas. Rangkaian seri pun dibutuhkan. Sebab, jika salah satu baterai terisi penuh, maka pengisian akan berhenti.

Lalu bisa sejauh apa PCX listrik ini melaju ketika baterainya terisi penuh? Honda berangkat dari data konsumen bahwa kecepatan rata-rata pengguna sepeda motor di Indonesia adalah 40-50 km/jam. Sementara kecepatan maksimalnya rata-rata 65 km/jam yang meliputi data 90 persen konsumen.

"Dengan rata-rata kecepatan konstan 50 km/jam. Jarak tempuh yang tertulis adalah 69 km dengan berkendara konstan, atau jika berkendara lurus di jalan datar dengan kecepatan 40 km/jam," ujarnya.

Baca Ini Juga Dong Otolovers

(kpl/nzr/ahm)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami