Unik, Pelanggar Lalu Lintas di Padang Diceramahi Ustaz

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan punya cara unik untuk memberi sanksi kepada pelanggar lalu lintas selama Operasi Patuh Singgalang 2020.

Sabtu, 01 Agustus 2020 21:15
Unik, Pelanggar Lalu Lintas di Padang Diceramahi Ustaz Operasi Patuh Singgalang 2020 (Ist)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Operasi Patuh 2020 masih berlaku hingga Rabu (5/8/2020). Operasi ini berlaku di seluruh Indonesia. Menariknya, Ditlantas Polda Sumatera Barat memberikan cara unik untuk memberi sanksi pada pelanggar.

Mereka melibatkan ustaz untuk memberikan tausiah kepada para pelanggar. Hal ini agar bisa menumbuhkan kesadaran akan keselamatan dalam berkendara di Kota Padang.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Yofie Girianto Putra mengatakan, ada 35 pengendara yang terjaring Operas Patuh Singgalang 2020. Pelanggaran yang paling banyak ditemukan petugas adalah tak memakai helm.

"Ini merupakan fokus kami agar masyarakat tertib berlalu lintas dan mengedepankan keselamatan diri mulai dari menggunakan helm, tidak melawan arus, tidak menggunakan telepon genggam ketika mengemudi," terangnya, dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2020).

 

1 dari 2 Halaman

Sementara itu, Ustaz Nurul Yaqin memberi tausiah tentang pentingnya menerapkan aturan yang dbuat pemerintah. Menurutnya hal itu juga tertulis dalam kitab suci Al Quran.

"Ada tiga perkara yang kita patuhi, pertama aturan dari Allah SWT, kedua dari Rasulullah Muhammad SAW, dan ketiga aturan dari pemerintah kita," katanya.

Nurul Yaqin mengatakan poin penting yang dibahas adalah poin yang ketiga yaitu mematuhi aturan pemerintah termasuk aturan dan tata tertib berlalu lintas.

"Seperti memakai sabuk pengamanan, memakai helm, dan kondisi saat ini memakai masker dan menjaga jarak. Di sini, yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk kebaikan kita sendiri seperti kita memakai helm untuk mengurangi cedera di kepala jika mengalami kecelakaan," kata dia.

2 dari 2 Halaman

Ia berharap para pelanggar lalu lintas dapat mengambil kesimpulan dan hikmah agar bisa mengubah sikap agar tidak melanggar aturan.

"Karena yang mengubah diri sendiri hanya diri kita sendiri, dan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya," tuturnya.

(kpl/tys)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami