Uang Denda Tilang Rp3 Miliaran 'Digasak' Pegawai Kejari Rembang

Ardiyan Nurcahyo, pegawai Kejari Rembang ditahan lantaran menggelapkan uang denda tilang sebesar Rp3 miliaran.

Kamis, 21 November 2019 18:15
Uang Denda Tilang Rp3 Miliaran 'Digasak' Pegawai Kejari Rembang Tilang (Liputan6.com)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Ardiyan Nurcahyo dituntut 5 tahun 8 bulan penjara. Pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang, menjadi tersangka kasus penggelapan uang denda dan biaya perkara sidang bukti pelanggaran (tilang). Dalam kurun waktu 2015 sampai 2018, ia melarikan uang sejumlah Rp3,036 miliar.

Jaksa Penuntut Umum Rinanto Haribuwono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang juga meminta hakim menjatuhkan hukuman berupa denda sebesar Rp300 juta. Jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama 4 bulan.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Terdakwa juga dibebani untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp3,036 miliar.

Mengutip dari Merdeka.com, jika terpidana tidak membayar uang pengganti kerugian negara 1 bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

"Dalam hal terpidana tidak memiliki harta benda yang cukup untuk pengganti tersebut maka dipidana penjara selama 2 tahun dan 10 bulan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Suparno tersebut.

1 dari 2 Halaman

Tak Disetor

Terdakwa Ardiyan Nurcahyo merupakan petugas tilang di Kejari Rembang yang bertugas menerima denda dan biaya perkara sidang tilang dari masyarakat yang selanjutnya disetorkan ke kas negara. Namun, terdakwa justru hanya menyetorkan sebagian denda tilang yang seharusnya masuk ke kas negara.

Total berkas putusan tilang yang disidangkan dan harus dibayar denda serta biaya perkaranya oleh masyarakat selama kurun waktu 2015 hingga 2018 mencapai 174 ribu perkara dengan nilai denda mencapai Rp12,5 miliar.

Namun, ternyata terdakwa hanya menyetorkan Rp7,7 miliar yang merupakan denda dan biaya perkara dari 115 ribu perkara tilang.

2 dari 2 Halaman

Buat Beli Burung

Sebagian denda tilang yang tidak disetorkan terdakwa tersebut diduga untuk kepentingan pribadinya membeli burung serta mengikuti lomba burung.

Perbuatan terdakwa tersebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp3,036 miliar yang merupakan denda dan biaya sidang dari 35.366 perkara yang tidak disetorkan ke kas negara.

Atas tuntutan tersebut, hakim memberi kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang yang akan datang.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/crn)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami