Tuai Kecaman, Peneliti di Cina Pakai Babi Hidup saat Uji Tabrak Mobil

Untuk mengembangkan sabuk pengaman anak-anak usia 6 tahun, peneliti di Cina mengganti dummy boneka menjadi babi hidup. Apa yang dilakukan para peneliti ini menuai kecaman.

Selasa, 05 November 2019 15:15
Tuai Kecaman, Peneliti di Cina Pakai Babi Hidup saat Uji Tabrak Mobil Uji tabrak (Ilustrasi/Autoevolution)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Peneliti di Cina mendapatkan kecaman atas apa yang mereka lakukan. Mereka menggunakan babi hidup untuk menggantikan uji tabrak mobil. Normalnya, uji tabrak mobil menggunakan dummy atau boneka untuk menggantikan manusia.

Melansir Independent.uk, mereka menggunakan 15 ekor babi hidup. Tujuh ekor di antaranya mati setelah diikat di kursi luncur dan terbentur ke dinding dengan kecepatan 48 kpj. Delapan ekor lainnya menderita luka-luka, termasuk pendarahan, patah tulang, dan memar organ internal.

Peneliti yang memeriksa mayat babi itu menemukan bahwa paru-paru paling sering terluka, diikuti oleh limpa, dan hati. Di sisi lain, babi-babi muda tersebut dibiarkan kelaparan selama 24 jam dan tidak diberi air selama 6 jam sebelum menjalani tes.

 

 

1 dari 2 Halaman

Terbit dalam Jurnal

Terbit dalam Jurnal

Para peniliti Cina mengatakan, mereka menggunakan babi muda untuk mengembangkan sabuk pengaman untuk anak-anak. Babi dinilai memiliki struktur anatomi mirip dengan manusia, khususnya anak usia 6 tahun.

Penelitian ini dilakukan beberapa tahun yang lalu dan hasilnya diserahkan untuk diterbitkan pada November 2017. Lalu, penelitian tersebut kini diterbitkan dalam Journal of Crashworthiness edisi Januari 2019. Hanya saja kabar soal ini baru menyeruak secara onlina pada bulan lalu.

2 dari 2 Halaman

Babi Bukan Manusia

Babi Bukan Manusia

Para peneliti memberikan catatan bahwa penelitian mereka tetap dalam koridor pedoman Amerika Serikat untuk penggunaan hewan laboratorium. Meski begitu, PETA, salah satu organisasi pemerhati hewan dan publik tetap tidak sepakat akan hal itu.

PETA menunjukkan bahwa meskipun hal tersebut dilakukan untuk alasan dan niat baik, tapi cara tersebut dinilai kejam. Babi dan manusia mungkin memiliki kesamaan, tetapi mereka tidak bisa dipaksa duduk di kursi mobil bayi.

"Babi tidak secara alami duduk di kursi mobil. Anatomi mereka juga sangat berbeda dengan manusia, sehingga data yang diperoleh dari eksperimen hewan yang mengerikan itu tidak berlaku untuk korban kecelakaan mobil manusia," kata PETA.

Foto uji tabrak, lihat di sini

(kpl/tys)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami