Triumph Klasik Cocok untuk Indonesia

Rudhy Siswanto selaku Presiden Direktur PT Global Motorcycle Trading menilai bahwa model Triumph yang cocok untuk pasar Indonesia adalah model-model klasik, seperti Bonnevile T100 atau Thruxton.

Jum'at, 14 Desember 2012 20:08
Triumph Thruxton (Foto: Nazar Ray)
Editor : Anton

Otosia.com - PT Global Motorcycle Trading selaku satu dari dua pemasar Triumph di Indonesia memandang moge-nya memiliki tempat khusus di Tanah Air. Rudhy Siswanto selaku Presiden Direktur PT Global Motorcycle Trading pun menilai bahwa model yang cocok untuk pasar Indonesia adalah model-model klasik, seperti Bonnevile T100 atau Thruxton.

"Model andalan kami tahun 2013 adalah yang klasik, Bonnevile T100. Namun, semua varian cocok untuk kondisi di Indonesia," ungkap Rudhy Siswanto.

Bouneville T100 sendiri merupakan produk dengan harga paling terjangkau dibanding model lainnya. Motor yang dibanderol Rp. 240 juta ini sendiri merupakan reinkarnasi dari versi klasik yang sebenarnya tenar di era 1960-an. Kontur bodinya masih klasik dengan tampilan two-tone antara tangki dan bodi.

Bedanya, Bouneville T100 sekarang lebih detail. Sementara itu jantung pacunya lebih bongsor menjadi 865 cc twin-silinder paralel, sementara nenek moyangnya berkapasitas 650 cc.

Tak hanya model klasik, Rudhy Siswanto pun melihat model touringnya Tiger Explorer 1200 cocok dengan kondisi jalan di Indonesia selain kini tradisi touring juga sedang berkembang.

"Saya rasa model Tiger dan Tiger Explorer cocok dengan kondisi jalan di Indonesia, dan ini seiring makin tumbuhnya minat bikers untuk melakukan perjalanan, touring, jarak jauh di Indonesia," ujar Rudhy Siswanto.

Tiger Explorer 1200 sendiri ibarat revisi dari tradisi yang sudah dipertahankan pada Triumph. Kesan modern sepenuhnya didapat lewat sosok touring dan terlihat lebih 'clean'.

Tidak seperti nama mobil atau motor yang biasanya menggunakan inisial ukuran cc yang dibesar-besarkan (1.484 cc ditulis 1.500 cc), Tiger Explorer justru menggunakan nama 1.200 untuk mesin 1.215 cc tiga silindernya. Tiga silinder itu bergerak bore-and-stroke pada dimensi 85 x 71,4 mm dan disandingkan dengan sistem injeksi yang sepenuhnya ride-by-wire dari merek Keihin.

Injeksinya membuat Tiger ramah lingkungan dan memenuhi standar emisi Eropa. Selain itu membuatnya bisa lari hingga 220 km per jam. Adapun tenaga puncak diraih pada angka 137 PS dengan torsi maksimal 121 Nm pada 6.400 rpm. Tiger Explorer 1200 sendiri dibanderol Rp. 425 juta.

(kpl/why/bun)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami