Trik Menghadapi Pesepeda yang Tiba-tiba Masuk Jalur Berlawanan

Ketika menemui rombongan pesepeda masuk dari di jalur berlawanan tiba-tiba, langkah pertama adalah ke sisi kiri dan berhenti.

Senin, 06 Juli 2020 20:15
Trik Menghadapi Pesepeda yang Tiba-tiba Masuk Jalur Berlawanan Ilustrasi pesepeda di jalan raya (Otosia.com/Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Bersepeda kini menjadi tren. Baik tua, muda, anak-anak mulai keranjingan gowes. Tidak heran di jalan-jalan kerap ditemui para pesepeda, baik perorangan keluarga hingga dalam kelompok besar.

Celakanya saat di jalan raya, keberadaan mereka tidak sendiri. Ada kendaraan lain yang juga menggunakan jalan yang sama. Tidak jarang, terjadi friksi dalam pemakaian jalan, melibatkan pesepeda dan pemotor atau kendaraan lain.

Namun di balik rentannya friksi ini, ada sejumlah hal yang sama-sama tidak disadari, baik oleh pemotor maupun pesepeda

1 dari 3 Halaman

Selain menyalip sepeda penuh kehati-hatian dan kesabaran, saat menemui rombongan pesepeda di jalur berlawanan, terutama di jalan sempit perlu mengontrol emosi dan motor secara benar.

Menurut Asep Wawan, Senior Intsruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora, ketika ada rombongan pesepeda di arah berlawanan dan memakan badan jalan di sebelahnya, hal pertama yang dilakukan adalah mengurangi kecepatan dan mengalah untuk mengambil jalur agak ke kiri.

"Kalau pada kenyataannya kita bertemu dengan pesepeda di arah berlawanan dan pesepedanya masuk ke jalur kita tiba-tiba, yang pertama harus dilakukan adalah mengerem dan berhenti. Ambil di jalur kita di paling kiri. Biarkan sepeda itu lewat, setelah itu kita jalan lagi," terangnya dalam OTO Talks melalui Instagram Otosia, Jumat (3/7/2020).

2 dari 3 Halaman

Dalam situasi demikian Asep menghimbau pemotor untuk lebih sabar, tidak melawan lantaran merasa di jalurnya. Dalam arti tetap melaju dan tidak mengurangi kecepatan meski sudah tahu ada pesepeda yang hendak pindah jalur. 

"Jangan dilawan lagi secara ekstrem. Karena dia berada di jalur kita maka kita lawan. Itu jangan. Kita ambil sisi kiri jalur kita, kita berhenti, biarkan sepeda lewat. Begitu juga saat ada antrean sepeda di depan, pemotor jangan memotong antrean rombongan pesepeda. Harus saling menjaga dan saling pengertian," imbuhnya.

Namun demikian, Asep juga meminta pesepeda memahami kondisi jalan yang juga mengandung resiko sangat berbahaya karena berbagi jalan yang sama dengan kendaraan bermotor.

3 dari 3 Halaman

"Nah di sini kadang salah kaprahnya. Mungkin karena sepeda merasa spesial di jalan raya, seharusnya pesepeda juga harus menghargai pemakai kendaraan bermotor. Berperilaku tertib juga, dan mencegah hal-hal yang menyebabkan kecelakaan," tukasnya.

Karena itu dia menghinbau, baik pengguna kendaraan bermotor atau pesepeda tetap harus mematuhi peraturan di jalan raya. "Misalnya jika lampu merah, pesepeda juga jangan menerobos lampu merah. Ikut berhenti. Intinya harus bersabar, mengantre sama-sama dengan kendaraan lain," terangnya.

"Jadi kembali pada kesadaran kita berkendara. Intinya harus selamat sampai tujuan. Secara tidak langsung mindset kita akan mengontrol perilaku kita di jalan," tutup Asep.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami