Tren Motor Custom Menurun Karena COVID-19?

Meski sempat dipengaruhi pandemi COVID-19, tren motor custom di Indonesia diperkirakan tidak akan surut tahun ini.

Selasa, 28 Juli 2020 17:15
Tren Motor Custom Menurun Karena COVID-19? Kawasaki W175 yang dicustom menjadi cafe racer (Nazar Ray)

Editor : Nazarudin Ray

Otosia.com - Tidak seluruh industri otomotif terpuruk akibat pandemi COVID-19. Banyak diantaranya yang tetap bertahan, bahkan mulai kembali menggeliat, seperti halnya dunia motor custom.

Sama seperti penjualan otomotif, industri motor custom sempat terpuruk saat virus corona mulai menyebar, turun hingga 40% pada bulan Maret.

"Rata-rata di bulan Maret turun 40%, tapi masuk bulan April sudah normal kembali. Kalau diambil rata-rata, dia hanya kembali ke titik nol. Mei itu data naik sedikit, motor-motor yang mau dicustom mulai banyak masuk," kata Arie Indra Perkasa, punggawa bengkel custom Street Arts Custom (SAC) di bilangan Depok, Jawa Barat.

 

1 dari 3 Halaman

Meski ada penurunan permintaan, aktivitas bengkel modifikasi tetap sibuk di bulan Maret. Sebab motor yang dicustom sudah masuk sejak Februari. Pasalnya pengerjaan unit motor custom bisa menyita waktu beberapa bulan.

"Nah motor di bulan maret memang berkurang, tapi tetap ada, dan jumlah motor yang dikerjakan tetap. Karena pekerjaan yang dikerjakan adalah motor yang masuk dari bulan sebelumnya, seperti Februari," paparnya

Dalam kesempatan ini Arie juga membantah anggapan bahwa tren motor custom sudah menurun tahun ini terutama sejak COVID-19 mendera Indonesia.

 

2 dari 3 Halaman

"Kata siapa? Orang yang ngomong gitu gak pakai data. Tapi memang segmen yang terdampak adalah low-end. Sebab segmen inilah yang paling terdampak secara ekonomi dan lama pulihnya ketika pandemi atau resesi ekonomi. Mereka yang tidak bisa bertahan, adalah yang tidak bisa beradaptasi cepat terhadap perubahan behavior konsumen," terangnya.

Sebagai bukti motor custom masih tetap digandrungi, lanjut Arie, mulai meningkatnya permintaan penggarapan motor custom. Pada bulan Mei terjadi kenaikan 10%, bahkan di bulan Juni menanjak sampai 25%.

 

3 dari 3 Halaman

"Juli grafisnya flat, atau stabil. Jadi ini membuktikan bahwa tren motor cusom tidaklah surut. Walaupun ada penurunan pada bulan maret sampai pertengahan April," tukasnya.

Arie meyakini hingga akhir tahun industri motor custom akan semakin membaik. Tren tersebut sudah terindikasi dengan mulai banyaknya motor yang masuk ke bengkel dan penjualan parts custom telah bergerak naik.

"Jadi kesimpulannya, semua kembali normal, tapi ada pergeseran cara dan value. Harus juga punya cadangan atau backup cashflow sampai kuartal pertama 2021 kalau mau survive," pungkasnya.

(kpl/nzr)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami