Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Bikin Mobil Hybrid di Indonesia

Toyota Motor Corporation akan menggelontorkan dana Rp28,3 triliun selama empat tahun ke depan untuk pengembangan kendaraan hybrid di Indonesia.

Jum'at, 28 Juni 2019 18:15
Toyota Siapkan Rp28,3 Triliun untuk Bikin Mobil Hybrid di Indonesia Toyota C-HR Hybrid (Otosia.com/Nazarudin Ray)

Editor : Ahmad Muzaki
Reporter : Nazarudin Ray

Otosia.com - Toyota Motor Corporation akan menggelontorkan dana Rp28,3 triliun selama empat tahun ke depan untuk pengembangan kendaraan hybrid di Indonesia.

Rencana tersebut merupakan bagian dari kolaborasi bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Jepang yang dituangkan melalui penandatanganan framework document antara Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dengan Ministry of Economy, Trade, and Investment (METI) Jepang, Hiroshige Seko di Osaka, Jepang, Kamis (27/6).

Penandatanganan framework document (Istimewa)

Sinergi ini merupakan implementasi dari proyek The New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC) di bawah kerangka kerja sama Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

“Rencana investasi Toyota berikutnya terkait dengan kebijakan pemerintah yang baru, yaitu yang mendorong pengembangan electric vehicle. Nah, itu yang akan tercantum dalam dua PP. Pertama, mengenai percepatan kendaraan berbasis elektrik, dan yang kedua adalah kegiatan terkait dengan PPnBM untuk industri berbasis elektrik, yang di dalamnya termasuk hybrid. PPnBM itu akan menjadi nol kalau berbasis kepada elektrik dan emisinya paling rendah,” kata Airlangga Hartarto.

1 dari 1 Halaman

Kerjasama kendaran listrik

Kerjasama kendaran listrik

Sebelumnya Menperin juga telah melakukan pertemuan dengan President Toyota Motor Corp. Akio Toyoda dalam sesi One on One Meeting, di mana Toyota akan mengembangkan kendaraan berbasis listrik di Indonesia.

Lebih jauh Airlangga menyatakan, Kementerian Perindustrian bersama salah satu produsen otomotif Jepang, telah melakukan studi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik. Kegiatan ini juga melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia.

“Dari hasil studi itu terlihat hybrid menjadi salah satu alternatif karena well to wheel, di mana dilihat juga ekosistem pembangkitan energi, mulai dari primary energy sampai kepada penggerak otomotif,” terangnya.

Menperin menambahkan, dalam menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara Group 20 (G-20) di Osaka, pihaknya bertemu dengan sejumlah CEO dari perusahaan-perusahaan ternama di Jepang.

Mereka mengharapkan iklim investasi di Indonesia semakin baik, yang di antaranya terkait dengan jaminan ketersediaan bahan baku serta didukungnya infrastruktur yang memadai seperti listrik dan pelabuhan agar menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya saing sebuah industri.

Melalui kerja sama ini, Airlangga optimistis, akan terjadi peningkatan penanaman modal oleh para investor Jepang yang dibenamkan di Indonesia.

(kpl/nzr/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT


Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami