Tito Rabat, Mantan Juara yang Perlahan Meredup

Nama besar Tito Rabat perlahan mulai tenggelam dengan kehadiran para pembalap baru serta diisukan hijrah ke ajang WSBK.

Kamis, 11 Juli 2019 20:15
Tito Rabat, Mantan Juara yang Perlahan Meredup Tito Rabat (rtve.es)

Editor : Cornelius Candra

Otosia.com - Paddock MotoGP belakangan ini ramai membicarakan mengenai Tito Rabat. Pembalap Reale Avintia Ducati ini dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Kawasaki Racing Team terkait kepindahannya ke ajang WorldSBK 2020 dan menjadi tandem Jonathan Rea.

Hal ini menyusul pernyataan Avintia, lewat sang Sporting Director, Ruben Xaus, yang menginginkan rider muda tahun depan. Dua pebalap Moto2, Alex Marquez dan Lorenzo Baldassarri merupakan nama yang terus-terusan dikaitkan dengan program ini.

"Sayang, saat ini Tito tak berada dalam level tinggi seperti yang kami pikir. Kami harap ia bisa kembali dan membuktikan ia layak dapat tempat di tim kami. Tapi tim kami harus bekerja sama demi mendapat situasi yang kuat tahun depan, karena pada sponsor kami ingin kami punya motor bagus," ujar Xaus seperti dikutip Bola.net dari MotoGP.com.

Meski Avintia tak dapat dukungan teknis terbaik dari Ducati Corse, Rabat justru kerap ikut bertarung memperebutkan posisi 10 besar sejak bergabung pada awal 2018. Ia bahkan konsisten mengasapi tandemnya, Karel Abraham, yang justru punya kontrak dua tahun dan dipastikan bertahan musim depan.

1 dari 2 Halaman

Terancam Terdepak

Terancam Terdepak

Usai kesulitan di Marc VDS Honda pada 2016 dan 2017, Rabat langsung kompetitif sekalinya mengendarai Ducati Desmosedici. Sayangnya, cedera parah pada lutut kanan akibat kecelakaan di Inggris tahun lalu membuatnya absen di 8 seri terakhir. Uniknya, meski cedera dan lama absen, Rabat tetap mengungguli Abraham di klasemen pebalap.

Hingga kini, Rabat sejatinya belum pulih benar dari cederanya. Meski begitu, ia tetap bekerja keras dan menunjukkan kemauan tampil baik. Dalam pekan balap MotoGP Catalunya, ia finis di posisi 9 usai start ke-19. Di Sachsenring, Jerman akhir pekan lalu, ia bahkan berhasil finis ke-11 meski start dari posisi 22.

Meski begitu, hasil ini tampaknya tak membuat hati Avintia tergugah. Mereka justru lebih cenderung ingin mempertahankan Abraham, yang kini tertinggal 11 poin dari Rabat. "Karel punya kontrak dua tahun, jadi tempat yang belum pasti adalah tempat Tito. Kita lihat saja nanti. Kami sedang berdiskusi dengan beberapa rider muda dan situasinya tampak sangat menjanjikan," ujar Xaus.

 

 

2 dari 2 Halaman

Karir Tito Rabat

Karir Tito Rabat

Rabat yang telah turun di Grand Prix sejak GP125 2006, memang mengawali kariernya dengan penuh jalan berliku. Kerap dianggap beruntung hanya karena ayahnya seorang konglomerat di Spanyol, Rabat tetap mampu menunjukkan potensi aslinya, dimulai di GP125 2010, di mana ia menduduki peringkat 6 di klasemen pebalap.

Naik ke Moto2 pada 2011, Rabat langsung tampil kompetitif. Potensinya menjadi juara dunia mulai terlihat pada 2013, saat ia meraih 7 podium dan 3 kemenangan bersama Pons Racing. Usai pindah ke Marc VDS pada 2014, ia justru sukses menjadi juara, berbarengan dengan para sahabatnya, Marc dan Alex Marquez, yang juga menjuarai MotoGP dan Moto3.

Naik ke MotoGP pada 2016, Rabat kesulitan mengendarai Honda RC213V, yang diketahui hanya 'jinak' di tangan Marquez. Meski kesulitan selama 4 musim turun di MotoGP, para penghuni paddock kerap menyebut bahwa Rabat merupakan salah satu rider dengan kemauan kerja keras yang sangat tinggi. Hal ini terbukti dari kemauan Rabat untuk kembali berjalan hanya beberapa hari usai operasi lutut tahun lalu.

Di lain sisi, Abraham, yang menjalani debut Grand Prix di GP125 pada 2005 lalu hanya pernah meraih dua podium, yakni finis ketiga di Moto2 Jepang dan menang di Valencia pada 2010. Prestasi terbaiknya hanyalah menduduki peringkat 10 di klasemen pebalap Moto2 pada tahun yang sama.

Sumber: Bola.net

(kpl/crn)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami