Tidak Semua Transmisi Otomatis Sama, Apa Bedanya?

Transmisi otomatis bukannya tanpa pilihan. Justru sebaliknya, ada berbagai jenis transmisi otomatis, disesuaikan dengan fungsinya.

Kamis, 30 November 2017 17:45
Foto: Istimewa
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Pada era modern, lebih banyak produsen yang lebih mengutamakan transmisi otomatis, beriringang dengan konsumen yang lebih memilih transmisi otomatis.

Transmisi otomatis bukannya tanpa pilihan. Justru sebaliknya, ada berbagai jenis transmisi otomatis, disesuaikan dengan fungsinya.

Yang paling pertama tentunya adalah transmisi otomatis konvensional. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis.

Pada transmisi otomatis, roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.

Kemudian, yang sekarang menjadi primadona adalah transmisi otomatis CVT. Continous Variable Transmission (CVT) adalah sistem transmisi yang tidak memiliki gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi matik konvensional.

Sebagai pengganti gigi 1,2,3,4 tetap pada gigi satu dan tidak perlu mengoper tuas perseneling. Untuk penggantinya digunakan dua puli yakni puli penggerak dan puli yang digerakkan, kedua puli tersebut dihubungkan dengan belt (sabuk dari serat baja).

Puli penggerak tersebut bisa menyesuaikan kecepatan yang dibutuhkan mobil, jadi bisa cepat bisa juga lebih lambat secara otomatis.

Jika RPM mesin naik maka kecepatan akan disesuaikan dengan otomatis. Awalnya, puli yang menggerakkan rasionya lebih kecil namun lama-lama menjadi besar sesuai dengan kebutuhan kecepatan mobil. Sedangkan puli yang diputar (digerakkan), tadinya besar lama-lama jadi kecil.

Cara kerja tranmisi CVT ini cukup halus, selain tidak ada hentakan akibat proses perpindahan gigi juga karena pergerakan transmisinya menggunakan belt. Namun untuk akselerasinya, mobil bertransmisi CVT tidak sebaik mobil bertransmisi matik konvensional dan manual.

Kelebihan transmisi CVT adalah lebih mudah dikendarai karena tinggal bermain gas dan rem saja layaknya mengendarai motor matik, akselerasinya lebih lembut tanpa ada hentakan perpindahan gigi perseneling, mempunyai engine brake yang cukup kuat sehingga jika melewati turunan kerja rem tidak terlalu berat jika dibandingkan mobil matik konvensional, lebih irit bahan bakar karena penggunaan rpm mesin relatif stabil, dan tidak naik turun seperti mobil manual dan matik yang selalu menaik turunkan rpm mesin untuk perpindahan gigi.

Punya kelebihan bukan berarti tidak punya kelemahan, kelemahan dari sistem transmisi CVT adalah lebih susah untuk diperbaiki ketika rusak, karena memiliki sistem yang kompleks, selain itu mobil bertransmisi CVT tidak bisa dibuat berkendara secara kasar karena mesin akan mudah rusak.

Dan sekarang, ada yang lebih canggih, yakni transmisi kopling ganda, atau Double Clutch Transmision (DCT).

Sesuai namanya, sistem ini memiliki kopling, selayaknya transmisi manual. Namun, berhubung koplingnya ada 2, akan sangat merepotkan jika diberi pedal, sehingga koplingnya sudah ditanamkan ke dalam sistem transmisinya.

Dalam DCT, 2 kopling beroperasi secara independen. Satu kontrol kopling roda gigi ganjil (pertama, ketiga, kelima dan seterusnya), sementara yang lain mengontrol roda gigi genap (kedua, keempat dan keenam). Dengan pengaturan ini, gigi dapat diubah tanpa mengganggu aliran daya dari mesin ke transmisi.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami