Tersesat di Hutan Gunung Tunggangan, Sopir Bus Tungga Jaya Ternyata Ikuti GPS

Media sosial diramaikan dengan fenomena bus tersesat di jalur kaki gunung Lawu, di perbatasan Wonogiri. Rupanya, kejadian itu lantaran si sopir tak hafal medan dan mengikuti panduan GPS.

Senin, 21 Oktober 2019 20:15
Tersesat di Hutan Gunung Tunggangan, Sopir Bus Tungga Jaya Ternyata Ikuti GPS Bus tersesat di hutan gunung Tunggangan (Merdeka.com)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Cerita bus Sudiro Tungga Jaya yang tersesat di hutan belantara sempat viral di media sosial, sejak Sabtu (19/10/2019). Foto-foto yang viral itu menunjukkan kondisi bus yang terjebak di antara pepohonan besar.

Rupanya bus bernomor polisi AE 7034 UP itu berangkat dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dan hendaka menuju Jakarta melalui kaki Gunung Lawu, di perbatasan Wonogiri, Jawa Tengah.

Bus yang dikemudikan oleh Saktiawan Ajio Suwanto (38) warga Bogor, Jawa Barat itu awalnya menurunkan seluruh penumpang dari Jakarta ke Ponorogo. Kemudian mereka akan kembali ke Baturetno, Wonogiri.

Sekitar pukul 03.00 WIB, kru bus memutuskan melewati jalur alternatif baru. Mereka lalu menggunakan panduan GPS. Namun bus justru tersesat di hutan Gunung Tunggangan, yang merupakan perbatasan kecamatan Tirtomoyo dan Jatiroto, Wonogiri, meski sudah mengikuti petunjuk dan rambu penunjuk arah.

Bus besar itu tidak bisa berjalan, karena jalan terlalu sempit. Bahkan bodi bus tersangkut di tengah pepohonan besar dengan kondisi jalan kecil yang bekelok dan naik turun.

1 dari 1 Halaman

Keterangan Sopir Bus

Kasubbag Humas Polres Wonogiri, Iptu Suwondo membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan sopir, bus itu berangkat dari Jatiroto dan menuju Tirtomoyo, Wonogiri.

Namun, lantaran si sopir belum mengetahui medan jalan, dia menggunakan aplikasi maps melalui smartphone sopir. Sopir tersebut kemudian diarahkan melewati jalan bukit tunggangan.

Suwondo melanjutkan, pada awalnya si sopir melewati jalan yang cukup lebar. Namun, setelah sampai di posisi atas bukit sopir tersebut baru sadar bahwa jalan yang dilalui tidak cukup untuk bodi bus.

"Bus sudah bisa dievakuasi, setelah berjalan maju mundur berulang kali hingga enam jam. Pukul 12.30 baru bisa teratasi," terang Suwondo, Minggu (20/10/2019), dikutip dari Merdeka.com.

Sumber: Merdeka.com

(kpl/tys)

TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami