Terlibat Balap Liar, Pelajar SD di Aceh Nangis Ingat Orang Tua Usai Diamankan Polisi

Alasan anak baru gede (ABG) melakukan balap liar bermacam-macam dan acap kali menggelikan

Rabu, 29 April 2020 15:15
Terlibat Balap Liar, Pelajar SD di Aceh Nangis Ingat Orang Tua Usai Diamankan Polisi Balap liar. herujackdaniel.blogspot.com

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Imbauan untuk berada di rumah selama pandemi Corona (COVID-19) masih tak diperdulikan sebagian orang. Bahkan polisi di Banda Aceh berhasil amankan puluhan remaja yang terlibat aksi balap liar di kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (28/4) selesai sahur.

Melansir Merdeka.com, Kasat Sabhara Polresta Banda Aceh Kompol Yusuf Hariadi mengatakan, aksi balapan liar ini didominasi oleh para remaja. Usianya antara 12-16 tahun. Semua diamankan di Mapolresta Banda Aceh.

Kata Yusuf, meskipun sudah ditertibkan namun masih ada aksi balap liar di kawasan tersebut. Mereka juga sering berpindah lokasi hingga ke Lambaro, Batoh, Lampeuneurut dan Lampineung .

"Kami berharap kepada orang tua agar selalu menjaga anaknya yang masih kecil, kepedulian orang tua dalam hal ini sangat penting, apabila terjadi kecelakaan lalu lintas, maka orang tua yang bertanggung jawab," terang dia.

1 dari 2 Halaman

Aksi balap liar biasanya dilakukan pada malam hari, namun saat Ramadan dilakukan setelah sahur. Para warga sekitar pun sebut kalau kawasan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh memang sering dijadikan lokasi balap liar.

Setelah diamankan, petugas sempat memeriksa semua remaja tersebut. Menurutnya, alasan anak baru gede (ABG) melakukan balap liar bermacam-macam dan acap menggelikan.

Inisial DG (16), misalnya. Dia pelajar kelas III SMP di Banda Aceh mengaku sedih ditangkap polisi setelah balap liar karena ibunya sedang hamil tua. Dia merasa bersalah ketika melakukan aksi kebut–kebutan yang dapat mencelakakan dirinya dan orang lain.

2 dari 2 Halaman

ABG lainnya berinisial MIF (12) yang merupakan pelajar Sekolah Dasar kelas VI ini menangis terisak–isak. Dia menangis teringat kepada orang tuanya. Dia merasa bersalah karena tidak patuh kepada kedua orang tuanya.

Polisi kemudian panggil orang tua pelaku agar dibina dan disiplin. Terkait motor yang disita baru bisa diambil usai Lebaran. Tentunya setelah pelaku bisa lengkapi surat dan kelengkapan motor lainnya.

"Kami setiap hari akan melakukan patroli guna mencegah gangguan ketertiban masyarakat di dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh. Ke depan apabila ditemukan para pelaku balap liar, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan undang–undang," tutupnya.

(kpl/ahm)

KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami