Tenaga Besar Selalu Bagus untuk Motor? Belum Tentu, Lihat Video Berikut

Kalau memodifikasi motor, jangan selalu dibesarkan tenaganya. Ada aspek lain yang juga tak kalah penting, hasilnya jadi kaya pada video berikut.

Senin, 11 Desember 2017 13:30
Balap Drag (foto: Youtube Spamsafe)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Di sisi manapun di seluruh dunia, para modifikator atau pembalap selalu berusaha untuk membuat motor mereka memuat sebesar mungkin tenaga yang bisa dibawa pada jantung pacu. Asumsinya, tenaga yang besar akan memberikan hasil yang optimal. Baik dari segi performa ataupun hasil balapan.

Tapi apakah Otolovers yakin bahwa dorongan tenaga pada jantung pacu akan selalu memberikan hasil yang maksimal? Mungkin video dari akun youtube Spamsafe berikut ini akan memberikan gambaran bahwa tenaga tak selalu harus jadi prioritas. Apalagi jika motor yang dimodifikasi adalah yang berbobot ringan seperti moped atau matic.

Video di bawah ini menunjukkan bagaimana matic modifikasi justru akan menjadi 'korban' besarnya tenaga yang dihasilkan. Karena pada akhirnya yang bermasalah bukanlah tenaga yang dihasilkan, melainkan proporsi tubuh motor yang ringan. Ringannya body motor, akan membuat pengendaranya semakin susah mengendalikannya.

Pemotor ini tampak siap dengan tunggangannya, saat start betotan pada panel gas dilakukan dan membuatnya meluncur deras. Sayangnya daya tekan ke bawah dari motor tersebut tidaklah terlalu bagus dan membuatnya jadi terbalik ke sisi belakang. Nih, pelajaran berharga, Otolovers. Supaya kalau modif motor tidak dibesarkan melulu di tenaganya.

JANGAN KELEWATAN BERITA LAINNYA, OTOLOVERS!

(kpl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami