Tak Usah 'Nyogok', Bayar Denda Tilang di Kota Malang Lebih Cepat dan Tak Ribet!

Buat yang merasa ditilang dan harus ke pengadilan berdomisili atau ditilang di kota/kabupaten Malang, begini proses cepatnya.

Jum'at, 21 Juli 2017 10:15
Ilustrasi Tilang (foto: Polri)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Bagi para pengemudi motor yang sering ditilang kemungkinan pasti akan mendapatkan dua pilihan jika anda menemui seorang petugas polisi yang akan nakal. Either anda akan ditawari untuk menjalani sidang di pengadilan, atau anda ditawari untuk 'dibantu', alias menyogok.

Harus diakui bahwa selama ini para pengendara motor maupun beberapa kasus pengendara mobil lebih sering mengandalkan jasa suap tersebut terhadap petugas polisi karena dirasa lebih cepat dan tidak ada waktu untuk menghadiri sidang tilang.

Tapi buat para pengendara motor yang ada di kota Malang, maupun yang ditilang di wilayah dinas kepolisian kota dan kabupaten Malang bisa lebih bernafas lega karena redaksi Otosia sudah merasakan cepatnya proses pembayaran denda tilang di kota Malang.

Para pengendara motor yang ditilang karena berbagai pelanggaran, nantinya akan diwajibkan untuk datang ke pengadilan negeri. Dan bagi yang berdomisili di kota Malang, anda akan diwajibkan untuk datang ke pengadilan negeri kepanjen.

Di pengadilan negeri Kepanjen sendiri pada tabel di papan pengumuman sudah diterapkan sistem 'Lihat-Bayar-Ambil', yang artinya Anda cukup melihat berapa besaran denda yang harus ada bayar pada daftar, anda bayar ke petugas BRI, kemudian Anda bisa langsung meninggalkan tempat sekaligus membawa bukti berupa STNK maupun SIM. 

Saran Mimin, anda lebih baik datang pagi karena petugas biasanya akan mulai standby pukul 07.30. Saat Anda datang ke pengadilan negeri, langsung saja menuju posbakum alias pos bantuan hukum, dimana disitu akan ada petugas yang mengumpulkan surat tanda tilang baik merah maupun biru.

Dan karena proses penilangan di kota Malang sudah menggunakan tilang elektronik alias e-tilang, para pelanggar sudah tidak perlu lagi berlama-lama berada di pengadilan negeri karena segalanya sudah diproses secara elektronik.

Pasca menyerahkan surat tilang slip merah ataupun slip biru tersebut, Mimin ternyata hanya butuh untuk menunggu waktu kira-kira setengah jam sebelum dipanggil, sesuai dengan antrian slip tilang yang dikumpulkan bersama pelanggaran yang lainnya.

Nanti di posbakum tersebut akan ada tempat pembayaran denda tilang yang diwakili oleh bank BRI. Disitu anda bisa membayarkan tilang sesuai dengan pelanggaran yang Anda lakukan, dan karena Mimin sempat tidak menyalakan lampu di siang hari maka Miming diwajibkan untuk membayar sejumlah Rp100.000 sesuai dengan pasal 293.

Yang mengejutkan adalah bahwa ternyata prosesnya sudah berhenti sampai di situ tanpa ada pungutan lain, karena setelah setor uang tersebut ke petugas BRI, SIM langsung diserahkan kepada Mimin.

Hal ini dimungkinkan dengan adanya Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 12 Tahun 2016, yang diberlakukan sejak Maret 2017 supaya para pelanggar bisa lebih dimudahkan dalam membayar denda.

Mudah toh?

BERITA YANG TAK BOLEH DILEWATKAN LAINNYA!

(kpl/fjr)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami