Tak Terbendung, Jumlah Pelanggar Lalu Lintas di DKI Jakarta Tumbuh Subur

Jumlah pelanggar lalu lintas di DKI Jakarta rupanya semakin tinggi. Bahkan, jumlah pelanggar pada tahun 2018 naik 24 persen dibandingkan tahun 2017.

Selasa, 19 Maret 2019 15:45
Polisi melakukan penindakan saat Operasi Zebra 2018 (Liputan6.com)
Editor : Dini Arining Tyas
Reporter : Muhammad Ikbal

Otosia.com - Sebagai kota metropolitan, populasi kendaraan di DKI Jakarta terbilang tinggi. Baik kendaraan roda dua ataupun roda empat, mulai kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga angkutan umum.

Tingginya populasi kendaraan bermotor itu rupanya diimbangi dengan tingginya angka pelanggaran lalu lintas. Menurut data Ditlantas Polda Metro jaya, tahun 2018 jumlah palanggaran di DKI Jakarta dan sekitarnya mencapai 1.617.566.

Angka tersebut meningkat sekitar 24,13 persen dari tahun 2017 yang mencapai 1.303.157 pelanggaran. Tapi tak semua pelanggar mendapatkan tindakan penilangan, beberapa hanya diberi teguran.

"Jumlah pelanggaran di 2018 mengalami peningkatan sekitar 24 persen dibanding 2017. Tentu peningkatan ini bukanlah sebuah hal yang positif melainkan sebuah catatan serius bagi kita semua para stake holder yang memiliki peranan untuk menurunkan angka itu," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir.

Nasir melanjutkan, mayoritas jenis pelanggaran sebenaranya bersifat sepele. Seperti melanggar rambu lalu lintas, melawan arah, tidak memakai helm, dan menerobos lampu lalu lintas. Namun begitu, pelanggaran yang terkesan sepele itu justru semakin berbahaya dan bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Kurangnya kesadaran tertib berlalu lintas bagi para pengendara dinilai memiliki andil besar atas pelanggaran-pelanggaran tersebut. Dirinya mengatakan, banyak sekali pengendara yang hanya taat saat ada petugas saja.

"Banyaknya kan pengendara itu hanya taat saat ada petugas saja. Tapi saat sepi mereka biasanya akan melanggar. Misal saat lampu merah, terutama saat malam hari, kadang merasa lalu lintas sudah sepi dan tidak ada petugas, yaudah mereka terobos saja. Nah ini yang sangat berbahaya," jelas pejabat berpangkat melati satu itu.

Selain jenis pelanggaran-pelanggaran tersebut, Nasir juga mengatakan, banyak pengendara yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun tetap nekat mengemudi. Selain berdasarkan temuan dari fakta di lapangan, hal tersebut juga sesuai dengan data SIM yang dikeluarkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Jumlah SIM yang keluar tak sesuai dengan tingginya populasi kendaraan di DKI Jakarta.

Tercatat pada 2018 lalu, Samsat memproduksi SIM sebanyak, 292,734 kartu. Jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan di DKI Jakarta tentu hal tersebut sangat berbanding terbalik. Tentunya hal tersebut juga akan menjadi fokus dari pihak kepolisian dan instansi terkaitnya dalam membenahi dan menjelaskan tentang pentingnya kesadaran tertib berlalu lintas.

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/ikb/tys)
TAGS :
Join Otosia.com
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami