Tak Mau Minggir saat Ada Rombongan TNI, Sopir Truk Viral di Lumajang Minta Maaf

Usai viral, sopir truk di Lumajang yang tak mau minggir saat ada rombongan TNI meminta maaf

Kamis, 10 Juni 2021 15:45
Tak Mau Minggir saat Ada Rombongan TNI, Sopir Truk Viral di Lumajang Minta Maaf Sopir truk di Lumajang yang tak beri jalan rombongan TNI. ©2021 Merdeka.com

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Beberapa waktu lalu, seorang sopir truk muatan berat di Lumajang viral di media sosial. Lantaran ia tak mau minggir meski ada rombongan TNI, bahkan sampai mengeluarkan perkataan tak pantas.

Sang sopir merekam kemacetan dan seolah menyalahkan rombongan kendaraan pengangkut alutsista Batalion Arhanud 1 Kostrad Jakarta, melintasi kawasan Ranuyoso, Lumajang.

1 dari 6 Halaman

Dari tayangan video, kejadian bermula ketika sopir truk melaju dari arah Probolinggo menuju Lumajang. Terlihat dari arus berlawanan arus lalu lintas sedang macet total. Kemudian dari arah berlawanan tersebut, sopir truk bertemu rombongan TNI. Rombongan TNI berusaha mengurai kemacetan, dengan meminta semua kendaraan menepi.

Namun, ketika berpapasan dengan truk dari arah berlawanan laju rombongan TNI sedikit terhambat. Sopir truk menolak menepi karena sedang mengangkut beban muatan berat. Akhirnya salah satu anggota TNI hanya meminta kepada sopir truk sedikit memundurkan kendaraannya. Dengan maksud, agar ada celah rombongan TNI melewati kemacetan.

2 dari 6 Halaman

Tapi tak disangka setelah perintah itu dituruti, si sopir truk justru berbuat kurang sopan. Dia malah membuat video singkat dan mengatakan tidak sudi memberi jalan. "Aku gak bakal minggir, panggah tak du (tetap saya adu) ayo. Saya muatan berat, tidak akan minggir,"ucapnya, yang kemudian video tersebut diunggah di akun TikTok-nya @rudisugara07.

Netizen pun dibuat geram. Warganet menilai sopir truk telah berbuat konyol. Sebab meskipun berada di jalur yang benar, tidak sepatutnya sopir truk mengeluarkan kata-kata kurang etis tersebut.

3 dari 6 Halaman

Oleh netizen video itu pun disebar ribuan kali di media sosial, mulai Facebook dan Instagram. Sehingga video tersebut viral dan semakin banyak pula netizen yang berkomentar negatif.

Usai viral, sopir truk itu kemudian kembali membuat video. Kali ini, dia meminta maaf kepada masyarakat dan TNI. "Saya minta maaf ke bapak-bapak tentara tentang video saya yang ramai atau viral," katanya.

4 dari 6 Halaman

Lanjutnya, dia menceritakan kronologi kejadian itu. Katanya, saat itu kondisi jalan sedang macet. Lalu dari arah berlawan bertemu rombongan TNI, yang berusaha menembus kemacetan.

Namun, saat itu dia kesulitan memberi jalan kepada rombongan TNI. Sebab saat itu sang sopir sedang mengangkut muatan berat. Ditambah di sisi kiri jalan terdapat jurang.

"Saya ditanya bapak-bapak TNI, mas apa bisa minggir?. Saya bilang gak bisa karena muatan berat. Terus saya disuruh di situ saja, gak usah minggir. Malah saya disuruh mundur sedikit buat ngasih jalan dari arah berlawanan, saya mohon maaf. Kalau mungkin ada kata-kata yang kurang berkenan saya minta maaf,"tuturnya.

5 dari 6 Halaman

Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Halim Nugroho saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya. "Benar videonya seminggu lalu, tepatnya setelah rombongan TNI selesai menggelar latihan tempur di AWR Pandanwangi," ungkapnya.

Usai video itu viral, polisi dan TNI langsung melakukan mediasi kepada sopir truk. Sehingga sang sopir kemudian membuat video permintaan maaf. "Benar kami langsung memberi edukasi kepada sopir truk. Karena begini sebenarnya sopir tidak ada pelanggaran lalu lintas, cuma etika berlalu lintas saja dia salah. Dia tak paham di depannya ada rombongan kendaraan prioritas," katanya.

6 dari 6 Halaman

Lebih lanjut, Bayu berharap agar kejadian serupa tak terulang dan masyarakat bisa lebih memahami kendaraan-kendaraan prioritas di jalan raya.

"Pengendara itu hukumnya wajib memberikan jalan bagi kendaraan prioritas. Seperti mobil ambulans, mobil pemadam, rombongan kendaraan TNI, maupun kegiatan pengawalan VVIP. Itu semua penggunaan prioritas jalan sudah diatur dalam UU LLAJ No 22 tahun 2009," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Permana

Sumber: Merdeka.com

(kpl/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami