Tak Hanya Persoalan Ban, Kini Konsumsi Bahan Bakar di MotoGP Juga Bikin Cemas Ducati

Di beberapa sirkuit, para pembalap MotoGP harus bisa melakukan penghematan bahan bakar. Beberapa kali terlihat para pembalap kehabisan bahan bakar hingga harus dijemput menggunakan sepeda motor matik.

Selasa, 27 April 2021 19:45
Tak Hanya Persoalan Ban, Kini Konsumsi Bahan Bakar di MotoGP Juga Bikin Cemas Ducati Penggunaan bahan bakar saat balap MotoGP kini juga jadi perhatian (Pramac Racing)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Persoalan ban Michelin hampir dialami oleh semua pembalap MotoGP pada 2020 lalu. Banyak yang harus ekstra keras untuk beradaptasi dengan ban baru itu.

Pada musim 2021, tampaknya para pembalap sudah mulai terbiasa meskipun masih ada kesulitan-kesulitan akibat ban tersebut. Ducati Corse Sport Director, Poli Ciabatti mengakui bahwa pembapalnya sudah terbiasa dengna model ban Michelin yang baru itu.

Musim lalu, Ducati memang terbilang kompetitif. Dia berharap tahun ini pun tak kalah kompetitifnya. "Kami sudah terbiasa dengna moel ban Michelin yang baru. Jika anda mengingat musim 2020, kami bisa berharap motor kami menjadi kompetitif di Jerez seperti di Portimao," katanya dikuitp dari Tuttomotoriweb.

1 dari 2 Halaman

Tiga seri pertama MotoGP 2021 ini memang memberikan angin segar bagi Ducati. Francesco Bagnaia, Johann Zarco, dan Jorge Martin sudah sempat naik podium. Bagnaia pun berada di ranking ke-2 klasemen sementara MotoGP 2021.

Meski begitu, ada hal lain yang sedang dicemaskan, yakni penggunaan dan konsumsi bahan bakar. Kapasitas bahan bakar 22 liter yang dipakai selama balapan itu membatasi tenaga mesin V4 Ducati.

"Di beberapa sirkuit, ada pembalap yangharus mengisi bahan bakar begitu sampai di garis finish," katanya.

2 dari 2 Halaman

Maka itu, menurutnya, para pembalap harus bisa mengatur penggunaan bahan bakar dan beralih ke mode yang lebih irit saat memetakan mesin. Konsumsi bahan bakar ini juga disebut dipengaruhi oleh kondisi eksternal.

"Misalnya, jika kondisi sangat berangin, seperti yang terjadi di Doha pada balapan pertama. Kemudian situasinya berubah. Bukan rahasia lagi, di beberapa trek konsumsi bahan bakar menjadi perhatian dan itu tidak hanya bagi kami. Itulah mengapa pada balapan ini pembalap harus berkompromi, antara performa mesin dan konsumsi bahan bakar," jelasnya.

Lebih lanjut, Ciabatti mengatakan bahwa rata-rata tidak perlu fokus pada menghemat bensin. Tapi hanya diperlukan kompromi. Ducati memiliki tiga 'peta' berbeda yang ditunjukkan dengan huruf atau angka di dasbor.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa desmodromic adalah sistem yang sangat efisien dan efektif. Ini bekerja dengan sangat baik. Tapi dalam kondisi tertentu tetap harus hati-hati dengan suplai bahan bakar," katanya kepada Speedweek.

(kpl/tys)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami