Tak Disangka, Yamaha Aerox Berawal dari 2-Tak

Skuter matik bongsor bergaya sport, Yamaha Aerox berawal dari motor bermesin 2-tak. Skutik ini lantas bertransformasi menjadi motor bermesin 4-tak dan menginvasi Indonesia.

Rabu, 04 September 2019 09:15
Tak Disangka, Yamaha Aerox Berawal dari 2-Tak Yamaha Aerox WGP 50th Anniversary Edition 2012 (Topspeed)

Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Persaingan skuter matik berbadan bongsor semakin ketat belakangan. Jika Honda punya skutik adventure ADV150, Yamaha punya skutik sport yang lebih dulu populer, Aerox.

Rupanya ada cerita menarik di balik Aerox. Dulunya, Aerox hanya berkapasitas 5cc dan 2-tak. Pertama muncul tahun 1977 dan hanya beredar di Eropa. Di Eropa, Yamaha Aerox punya dua pilihan mesin, 50cc dan 100cc.

Sayangnya, model 100cc disudahi pada tahun 2003. Sedangkan vresi 50cc diperbarui dan memiliki tiga tipe, Aerox R bergaya racing, Aerox Naked dengan tampilan macho, dan Aerox 4 yang lebih stylish.

Motor yang juga pernah jadi tunggangan wara-wiri alias paddock bike untuk tim Yamaha itu, masih pakai 2-tak tapi disempurnakan di sektor knalpot, takometer, dan jenis pengapian CDI.

1 dari 4 Halaman

Generasi Kedua

imageGenerasi Kedua

Sepuluh tahun kemudian, Yamaha akhirnya mengubahnya menjadi 4-tak lantaran terbentur batasan emisi gas buang pada 2013. Tapi mesinnya masih berkapasitas 50cc dan mengadopsi pendinginan cairan (liquid cooled). Generasi kedua ini masih mempertahankan konsep sport.

Selain bertampang sporty, Aerox di Eropa juga terkenal sebagai skutik dengan tenaga powerfull dan lincah diajak bermanuver. Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang kala itu bergabung di Yamaha Factory Racing Team, pernah menggunakan Aerox di ajang MotoGP.

Beberapa yang pernah dikendarai oleh dua pembalap di antaranya Aerox-R 2007 special edition, Aerox-R 2007 Race Replica, Aerox-R 2008 Race Replica, dan Aerox-R 2012 GP Edition. Semua masih pakai mesin 2-tak.

2 dari 4 Halaman

Generasi Ketiga

imageGenerasi Ketiga

Nah, pada pertengahan tahun 2016 Aerox pun mulai menginvasi Indonesia. Berstatus generasi ketiga dengan kasta tertinggi, ia mengusung nama Aerox 125 LC. Versi barunya ini lebih canggih dengan mesin 125cc, SOHC, 4-tak, liquid cooled.

Karena kapasitasnya berubah drastis, tenaganya jadi meningkat tajam. Model 2-tak hanya punya power 2,3 hp di 6.750 rpm dan Aerox 50cc 4-tak 3,4 hp di 7.000 rpm. Sedangkan 125 LC mempunyai tenaga 11,2 hp di putaran 9.000 rpm dan torsinya mencapai 10,4 Nm di 6.500 rpm.

Desain Aerox generasi ketiga, benar-benar kental nuansa sport. Hampir di semua bagian bodi didominasi garis tajam, sehingga memunculkan kesan agresif. Bagian stangnya tidak ditutup cover sepenuhnya, hanya di tengah saja berbentuk segitiga terbalik, sama seperti Yamaha X-Ride.

Tampilannya benar-benar fresh dan jauh berbeda dari skutik di kelasnya. Saat itu, Aerox 125 LC dijual Rp 18,2 juta (OTR Jakarta) dan tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni Racing Blue, Champion Matt Grey dan Light Speed White. Sayangnya, ia terpaksa disuntik mati pada akhir 2016 lantaran penjualannya dianggap kurang memuaskan.

3 dari 4 Halaman

Aerox 155 VVA

imageAerox 155 VVA

Tak sampai setahun, Yamaha Indonesia kembali luncurkan Aerox dengan mesin anyar, 155cc. Dipamerkan pertama kali di ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) pada November 2016. Berbeda dari model sebelumnya, bodinya jadi bongsor.

Dan yang menjadi nilai utama, sudah ditanamkan teknologi Blue Core dan dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA). Teknologi itu yang membuat tenaganya merata di setiap putaran mesin dan juga irit bahan bakar. Maka itu, namanya menjadi Aerox 155 VVA.

Selain VVA, banyak disematkan fitur canggih, seperti Stop & Start System (SSS), Smart Motor Generator (SMG), lampu depan dan belakang LED, speedometer full digital berlayar 5,8 inci dengan Multi Information Display (MID). Tak lupa juga fitur yang sedang tren, electric power socket, smart key system, immobilizer, juga answer back system. Utamanya motor ini sudah menggunakan rem ABS (Anti-lock Brake System).

Aerox 155 VVA hadir dengan tiga varian, yakni Standar, R dan S-Version. Untuk tipe standar saat ini harganya Rp 24,1 juta dengan 3 varian warna, Grey, Black dan Red. Sama dengan tipe lainnya, ada bagasi 24 liter di bawah jok, pencahayaan LED di lampu utama dan belakang, stand side switch dan smart lock.

4 dari 4 Halaman

Harga Yamaha Aerox

imageHarga Yamaha Aerox

Untuk R version hanya ada satu varian warna, silver dengan list biru pada bagian bibir pelek. Beda dengan tipe standar, ia sudah pakai shock belakang tabung dan Wave Disc Brake. Harganya Rp 25,4 juta.

Sementara S version lebih lengkap, pakai smart key, ABS dan SSS. Ditawarkan dengan 2 varian warna, Matte Black dan Matte Red. Keduanya pakai pelek berkelir gold dan dijual Rp 27,8 juta.

Selain tiga tipe itu, Yamaha memberi tambahan varian dengan Aerox 155 VVA S Doxou Version dan R-version Monster Energy Yamaha MotoGP. Masing-masing harganya Rp 28 juta dan Rp 25,9 juta. Semua harga yang ditawarkan berstatus On the road Jakarta.

Sumber: OTO.com

(kpl/tys)

Join Otosia.com
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami