Tak Bisa Bayar Hutang, Pabrikan Mobil Asal Korea Selatan Bangkrut

Pabrikan mobil asal Korea Selatan, SsangYong Motor mengalmi kebangkrutan

Rabu, 23 Desember 2020 22:15
Tak Bisa Bayar Hutang, Pabrikan Mobil Asal Korea Selatan Bangkrut Mobil Ssangyong Korando (Topgear)

Editor : Ahmad Muzaki

Otosia.com - Pabrikan mobil asal Korea Selatan, SsangYong Motor mengalami kebangkrutan usai gagal membayar hutang sekitar 60 miliar won atau sekitar Rp768 miliar. Hutang sebesar itu diperkirakan akan menyebabkan ganggung besar dalam operasional pabrik SsangYong.

Melansir Zing, SsangYong tidak mampu mencapai kesepakatan untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran hutang. Tercatat SsangYong berhutang ke Bank America sekitar 30 miliar won atau Rp384 miliar, JP Morgan Chase 20 miliar won atau Rp256 miliar, dan BNP Paribas 10 miliar won atau Rp128 miliar.

 

1 dari 3 Halaman

Produsen mobil asal India, Mahindra & Mahindra yang memegang 74,65 persen saham SsangYong mengatakan bahwa jatuh tempo pembayaran hutang pada 14 Desember lalu.

Sebelumnya Mahindra & Mahindra berhasil menyelamatkan SsangYong Motor dari kebangkrutan pada 2010 lalu. Investasi yang diberikan senilai $423 juta dan berharap akan untung pada 2022. Tetapi rencana ini gagal karena dihantam pandemi Corona (COVID-19).

2 dari 3 Halaman

Pada April lalu, Mahindra sendiri sudah mengumumkan bahwa mereka tak akan lagi berinvestasi di SsangYong. Mahindra meminta SsangYong untuk mencari investor baru. Di bulan Juni saja, Mahindra bersedia melepaskan sahamnya di SsangYong, bahkan turut mencari penggantinya.

Diketahui penjualan SsangYong menurun drastis tahun ini. Produk mobilnya hanya terjual 96.825 unit antara Januari hingga ovember. Artinya pencapaian tersebut lebih rendah 20% dari periode yang sama tahun lalu.

3 dari 3 Halaman

Ternyata pailit ini bukan yang pertama kali bagi SsangYong. Pabrikan terbesar keempat di Korea itu pada akhir 2004 sahamnya diakuisisi oleh Shanghai Automotive Industry Group (SAIC) sebesar 49%. 5 tahun kemudian, 9 Januari 2009 SsangYong mengajukan pailit.

Namun pada akhir 2009 SsangYong berhasil diselamatkan SAIC dengan pemotongan saham dari 51% menjadi 11,2%. Kemudian di Agustus 2010, Mahindra & Mahindra Group of India mengakuisisi 51% saham SsangYong.

*(Kurs KRW1=Rp12)

(kpl/ahm)

TAGS :
KOMENTAR

Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami