Supaya Pebalap Indonesia Pro, Orang Tua Jangan Ikut Campur

Indonesia memiliki segudang bibit pebalap pro. Melihat dari hal ini, impian untuk membawa salah satunya tembus ke tingkat tinggi hingga MotoGP menjadi perhatian, termasuk PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Selasa, 12 Juli 2016 19:45
Foto : Yamaha Indonesia
Editor : Albert

Otosia.com -

Indonesia memiliki segudang bibit pebalap pro. Melihat dari hal ini, impian untuk membawa salah satunya tembus ke tingkat tinggi hingga MotoGP menjadi perhatian, termasuk PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Satu hal yang juga diperhatikan, selain pembinaan dengan tingkat tinggi hingga belajar langsung ke Valentino Rossi, adalah soal cara pengasuhan, antara lain menghindarkan orang tua untuk turut campur dalam manajemen.

"Kayak kata Pak Dyon (Dyonisius Beti, Chief Operating Officer (COO) PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing), ada regulasi baru bahwa orang tua tidak boleh ikut campur untuk me-manage anaknya. Sejak usia 14 tahun, saya sudah terapkan itu. Biarkan tim yang me-manage," kata M Abidin, GM Aftersales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Alasan pembinaan hanya melalui tim adalah kemudahan dalam menerapkan program.

"Kami jadi lebih nyaman kan. Jadi kalau kami omeli, kami marahi, tidak repot ewuh pakewuh begitu. Ini sudah berhasil, tetapi ini baru langkah awal."

Ia pun menekankan hal ini sekalipun orang tua sang pebalap yang dibina adalah praktisi di dunia balap. Penekanan ini pun berlaku pada pebalap yang mereka kirim ke akademi Valentino Rossi saat ini, yaitu Galang Hendra-Imanuel Pratama.

"Meskipun katanya orang tuanya pebalap, masa bodo. Ini profesionalisme. Orang tua tidak boleh ikut campur dalam tim. Perhatikan apakah orang tua Galang ada di sekitar race? Tidak ada. (Bisa dilihat) riding style balap Galang dalam setahun ini berubah total."

 

(kpl/nzr/abe)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami