Sudah Sosialisasi, Masih Banyak yang Tau Tahu Jalur Motor

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan jalur khusus bagi pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan MH Thamrin.

Jum'at, 09 Februari 2018 17:15
Foto: Merdeka.com
Editor : Fitradian Dhimas

Otosia.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan jalur khusus bagi pengendara sepeda motor yang melintasi Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat. Satu jalur berikut penanda sudah dibuat.

Jalur itu disediakan usai putusan MA yang membatalkan peraturan gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor juncto Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.

Guna menerapkan aturan itu, pihak kepolisian juga telah menerjunkan polisi wanita alias Polwan yang bernama 'Cakra Woman Respons'. Yang nantinya akan ditugaskan untuk menjaga disepanjang jalur itu.

Namun, dari pantauan merdeka.com, tak ada satu pun anggota yang berjaga. Padahal, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Pagarra telah memerintahkan jajarannya untuk berjaga.

Menurut Halim saat itu, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap keputusan Pemprov. Bahkan, Halim tak tanggung-tanggung untuk anak buahnya untuk tegas dalam bertugas.

"Sosialisasi sudah dari kemarin 29 Januari selama seminggu sampai 4 Februari. Tanggal 5 Februari dilakukan penindakan tilang, yang tidak melalui lajur sepeda motor dan tidak ambil lajur motor di tilang, polwan-polwan siaga yang kita bentuk, cakra woman respons," kata Halim Pagarra kepada Merdeka.com.

Dalam keputusan itu, pengendara tak semua mengetahui. Bahkan masih saja ada pelanggaran di jalur tersebut. Seperti halnya Kanu saat dimintai tanggapannya.

"Saya nggak tahu ada jalur motor di kiri, ya kan kita matanya lurus (dalam berkendara), nggak mungkin lihat ke bawah (tulisan oranye khusus sepeda motor)," ujarnya saat ditemui di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).

Tak hanya itu, Ahmed pun menyayangkan jalur motor yang cuma satu jalur. Menurutnya, jalur yang digunakan motor dipakai juga untuk kendaraan besar dan angkutan umum.

"Ya kaya gitu mas, berhenti kaya gitu, ngetem, jadinya kita harus motong (nyusul) dan ambil jalur mobil. Kalau bisa buat dua jalur atau satu setengah jalur untuk motor," kata Ahmed.

BERITA MENARIK LAINNYA

(kpl/fdk)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami