Soal Sienta Facelift di Jepang, Toyota Indonesia Tak Mau Suntik Mati

Beberapa waktu lalu, media Jepang memberitakan tentang kehadiran Toyota Sienta Facelift 2018 di Jepang. Mobil keluarga tersebut nampaknya masih memiliki masa depan yang baik di Jepang.

Selasa, 18 September 2018 18:15
Foto by OTO.com
Editor : Dini Arining Tyas

Otosia.com - Beberapa waktu lalu, media Jepang memberitakan tentang kehadiran Toyota Sienta Facelift 2018 di Jepang. Mobil keluarga tersebut nampaknya masih memiliki masa depan yang baik di Jepang.

Berbeda dengan Indonesia yang sepertinya setiap bulan penjualan Sienta semakin turun. Selama semestar pertama 2018, Sienta hanya terjual 2.253 unit secara wholesales.

Padahal, penjualan Sienta pada 2017 secara Year on Year (YoY) mencapai 8.580 unit. Apakah konsumen sudah bosan dengan model sekarang?

Sienta versi facelift di Jepang mendapatkan ubahan minor, pada fascia khususnya grille dan tambahan fitur keamanan. Kemudian tersedia konfigurasi kursi dua baris dan tiga baris. Terakhir, makin banyak pilihan warna termasuk two-tone atap hitam.

Sementara pada jantung mekanis tak berubah. Masih pakai mesin 1.5L yang berkode 2NR-FE, 16 valve, DOHC serta Dual VVT-i. Tenaganya sebesar 107 hp dan torsi 140 Nm.

Namun, versi Jepang diklaim semakin irit bahan bakar. Konsumsinya mencapai 22,8 km/l. Bisa jadi ada penyempurnaan pengaturan pada Electronic Control Unit (ECU).

Lalu, apakah Sienta di Indonesia juga akan mendapatakan penyegaran untuk mengangkat lagi penjualannya?

Turunnya penjualan Sienta di Indonesia, disebut dipengaruhi banyak faktor. Meski trennya turun, TAM belum mau menyuntuk mati penjualan domestik Sienta. Toyota Indonesia masih jadi rumah produksi Sienta. Unit yang diproduksi masih menjadi barang ekspor ke beberapa negara ASEAN. Jumlahnya lumayan, 4.963 unit Sienta terkirim dari januari hingga Juli 2018.

"Rencana improvement saat ini, kita masih pelajari baik produk maupun market-nya. Sienta di Indonesia dibuat di Facility Toyota di Indonesia. Jadi, tak harus pada saat yang di Jepang berubah kita juga serta-merta berubah," papar Executive general Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, saat dihubungi OTO.com.

Soerjo menjabarkan cukup banyak tentang Sienta. Saat mendatangkan produk anyar, kalkulasi bisnisnya mesti pas. Sebab, kebutuhan market di tiap negara pasti berbeda. Namun ia jgua mengisyaratkan untuk melakukan penyegaran.

"Karena produksinya di dalam negeri, kami jadi punya kemungkinan untuk menyesudaikan improvement, sesuai dengan kebutuhan market kita, yang belum tentu sama dengan negara lain dalam hal ini Jepang. Jika nanti ada improvement, pun harapannya bisa tepat. baik secara benefit bagi customer maupun segmennya," tandasnya.

Sumber: OTO.com

SUDAH BACA INI BELUM?

(kpl/tys)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami