Soal Rossi vs Marquez di Sepang, Ini Komentar Stoner

Casey Stoner ikut angkat bicara soal 'Sepang Clash', yakni insiden senggolan kontroversial antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang terjadi di Malaysia akhir pekan lalu.

Selasa, 27 Oktober 2015 14:00
Casey Stoner © AFP
Editor : Kanya

Otosia.com - Mantan pebalap MotoGP sekaligus dua kali juara dunia, Casey Stoner ikut angkat bicara soal 'Sepang Clash', yakni insiden senggolan kontroversial antara Valentino Rossi dan Marc Marquez yang terjadi di Malaysia akhir pekan lalu. Melalui akun Twitter-nya (@Official_CS27), Stoner pun menyampaikan beberapa komentar.

Berkat insiden ini, Rossi dijatuhi hukuman tiga poin penalti, dan harus start dari posisi terbuncit di Valencia dua pekan mendatang dengan akumulasi satu poin yang ia dapatkan di San Marino. Stoner pun meyakini hukuman tersebut terlalu ringan bagi The Doctor.

"Di sini lah FIM harus mengambil keputusan yang tepat. Jika pebalap lain melakukan apa yang dilakukan Valentino, maka ia sudah pasti langsung dijatuhi bendera hitam, tak perlu diragukan lagi. Ada perbedaan besar antara berkendara dengan sembrono dengan tindakan sengaja membuat pebalap lain terjatuh," tulis Stoner.

Mantan pebalap MotoGP lainnya, Michael Laverty pun menyampaikan pendapat berbeda. Ia yakin Marquez memang sengaja bermain-main dengan Rossi. "Marc melanggar aturan tak tertulis; selalu hormati para pebalap yang tengah memperebutkan gelar dunia ketika kau tidak terlibat di dalamnya. Vale jelas marah dan habis kesabaran," tulis Laverty.

Stoner pun menanggapi pendapat Laverty tersebut, mengungkit pertarungan MotoGP Jepang 2010, antara Rossi dan Jorge Lorenzo yang tengah berebut gelar dengan Stoner. "@MichaelLaverty Kurasa kau lupa bagaimana Vale berusaha mengalahkan @lorenzo99 di Motegi saat ia juga tidak masuk dalam perebutan gelar dunia," tutup Stoner.

Baca Juga:

(kpl/kny)
TAGS :
KOMENTAR

BERITA TERKAIT





Dapatkan Mobil Idaman DenganKondisi Istimewa
Pilih Mobilmu Sekarang

Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami